Amazon bidik investasi jumbo, valuasi OpenAI akan tembus US$500 miliar

Kamis, 18 Desember 2025

image

JAKARTA - Amazon.com Inc dikabarkan tengah menjajaki investasi strategis di OpenAI, pengembang ChatGPT, dengan nilai yang diperkirakan mencapai US$10 miliar.

Jika terealisasi, kesepakatan itu akan mendorong valuasi perusahaan Artificial Intelligence (AI) itu melampaui US$500 miliar.

Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, seperti dikutip Reuters, mengatakan negosiasi masih berlangsung dinamis dan belum final. Informasi disampaikan secara anonim mengingat proses negosiasi berlangsung tertutup.

Sepanjang tahun ini, OpenAI telah menjalin sejumlah kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan perusahaan besar, termasuk Nvidia dan Oracle. OpenAI juga menandatangani kontrak layanan cloud senilai US$38 miliar dengan Amazon pada November lalu,.

Meski minat terhadap AI tetap kuat, investor dinilai masih mencermati risiko melambatnya permintaan, yang membuat imbal hasil investasi ke sektor AI tak sesuai ekspektasi.

Pembicaraan Amazon–OpenAI berlangsung di tengah persiapan penawaran umum perdana saham (IPO) OpenAI. Reuters sebelumnya melaporkan valuasi IPO OpenAI berpotensi mencapai hingga US$1 triliun setelah IPO.

Langkah ini diyakini membuat OpenAI lebih fleksibel dalam menjalin kerja sama, setelah bertransformasi dari organisasi nirlaba menjadi public benefit corporation dan menuntaskan restrukturisasi hubungannya dengan Microsoft.

Dalam skema tersebut, OpenAI tetap dikendalikan oleh entitas non-profit, sementara Microsoft memegang sekitar 27% saham dan memiliki hak eksklusif menjual model OpenAI.

Struktur ini dinilai membuka ruang lebih besar bagi OpenAI untuk menghimpun pendanaan dan mengakses sumber daya komputasi.

Menurut laporan The Information, OpenAI juga berencana menggunakan chip AI Trainium milik Amazon, yang menjadi pesaing Nvidia dan Google.

Investasi Amazon berpotensi memperluas basis pendanaan OpenAI sekaligus memperdalam kerja sama teknologi, termasuk pengembangan versi enterprise ChatGPT untuk Amazon, meski detail integrasi layanan masih belum diungkap. (DH/KR)