Bank Dunia: Ekonomi Indonesia tumbuh 5%, upah turun 1,1%
Kamis, 18 Desember 2025

JAKARTA - Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan 5,0% sepanjang sembilan bulan pertama 2025 dan diperkirakan tetap berada di kisaran tersebut hingga 2027. Bank Dunia menilai kinerja ini ditopang oleh investasi yang kuat dan kontribusi ekspor bersih, di tengah kebijakan moneter dan fiskal yang semakin akomodatif.
Dikutip worldbank, dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025 bertajuk “Digital Foundations for Growth”, Bank Dunia mencatat stimulus kebijakan telah mendorong kredit swasta dan konsumsi, sembari menjaga disiplin fiskal serta inflasi tetap moderat. Namun, stabilitas makro tersebut belum sepenuhnya diikuti perbaikan kesejahteraan tenaga kerja.
Tantangan utama masih terlihat di pasar tenaga kerja. Perekonomian memang menyerap sebagian besar angkatan kerja baru, tetapi lapangan kerja yang tercipta didominasi sektor bernilai tambah rendah dan belum mampu membayar upah kelas menengah. Bank Dunia mencatat upah riil turun rata-rata 1,1% per tahun pada periode 2018–2024.
“Reformasi struktural dapat membuka produktivitas dan mendorong penciptaan lapangan kerja dengan upah lebih baik,” ujar Carolyn Turk, Direktur Divisi Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste.
Ia menekankan pentingnya peningkatan keterampilan, persaingan usaha, dan digitalisasi untuk mendorong terciptanya pekerjaan bernilai tinggi.
Laporan tersebut juga menyoroti peran strategis ekonomi digital sebagai penggerak produktivitas dan daya saing. Indonesia masih menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN pada 2025, namun kualitas dan pemanfaatan infrastruktur digital dinilai belum merata. Kecepatan internet tertinggal dari negara kawasan, sementara akses berkecepatan tinggi di wilayah pedesaan, sekolah, dan fasilitas kesehatan masih terbatas.
“Indonesia’s digital ambitions match the tremendous opportunities ahead,” kata Mahesh Uttamchandani, Direktur Regional Praktik Digital dan AI Bank Dunia. Menurutnya, komitmen pemerintah terhadap transformasi digital layanan publik dan ekonomi telah menciptakan momentum kuat.
Bank Dunia merekomendasikan percepatan alokasi spektrum untuk broadband dan 5G, perluasan akses terbuka jaringan serat optik, serta peningkatan investasi swasta di daerah pedesaan. Selain itu, penguatan ekosistem pusat data dan kepastian regulasi, termasuk perlindungan data pribadi, dinilai krusial untuk memaksimalkan manfaat ekonomi digital.
“Transformasi digital menawarkan mesin pertumbuhan yang kuat bagi Indonesia di masa depan,” ujar David Knight, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur digital akan menjadi kunci penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pertumbuhan yang lebih inklusif.(DH)