VLCC China uji blokade Houthi, angkut 4 juta barel minyak Saudi

Kamis, 23 Juli 2026

image

JAKARTA - Dua kapal tanker raksasa (very large crude carrier/VLCC) asal China yang mengangkut total 4 juta barel minyak mentah Arab Saudi berlayar menuju Selat Bab el-Mandeb untuk keluar dari Laut Merah pada Kamis (23/7).

Seperti dikutip Reuters, berdasarkan data pelacakan kapal LSEG, kedua VLCC tersebut masing-masing membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah dari terminal Yanbu, Arab Saudi, menuju China.

Keduanya dioperasikan oleh Cosco Shipping dan disewa oleh Unipec, unit perdagangan milik Sinopec, perusahaan pengilangan minyak terbesar di Asia.

Pelayaran kedua kapal berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.

Pada hari yang sama, kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi menggunakan drone dan rudal sebagai bagian dari blokade laut yang diumumkan pada awal pekan.

Sementara itu, kantor berita resmi Arab Saudi (SPA) melaporkan kapal tanker Encelia menjadi sasaran serangan di Laut Merah hingga terbakar. Meski demikian, seluruh awak kapal dilaporkan selamat.

Blokade Laut Merah menambah tekanan terhadap rantai pasok energi global di saat lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz juga masih terganggu akibat kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Salah satu VLCC, Xin Long Yang berbendera Singapura, sebelumnya sempat berbalik arah dan berhenti di tengah Laut Merah pada Selasa sebelum kembali melanjutkan pelayaran ke selatan pada Rabu malam. Kapal tersebut kini bergerak menuju Pelabuhan Qinzhou di China selatan.

VLCC lainnya, Cosnew Lake berbendera China, mengikuti jalur yang sama dengan tujuan akhir Pelabuhan Huizhou di Provinsi Guangdong. Data sistem identifikasi otomatis (AIS) menunjukkan kedua kapal membawa awak berkewarganegaraan China.

Meningkatnya risiko keamanan turut memengaruhi aktivitas pelayaran di jalur strategis Timur Tengah.

Data LSEG menunjukkan sebanyak 27 kapal, termasuk lima kapal tanker minyak dan satu kapal pengangkut liquefied petroleum gas (LPG), melintasi Selat Bab el-Mandeb pada Rabu. Jumlah tersebut turun dibandingkan 38 kapal sehari sebelumnya.

Aktivitas di Selat Hormuz juga masih terbatas. Data Kpler mencatat hanya tiga kapal yang melintasi jalur tersebut pada Rabu, turun dari empat kapal sehari sebelumnya dan jauh lebih rendah dibandingkan 18 kapal pada Rabu pekan sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, hanya dua kapal yang memasuki Selat Hormuz dari Teluk Oman, yakni sebuah kapal tanker pengangkut produk minyak dan kapal curah kering (dry bulk carrier) yang beroperasi dalam dark mode atau mematikan sinyal pelacaknya saat melintas di perairan Iran.

Hingga 20 Juli, data LSEG mencatat terdapat 253 kapal tanker bermuatan di kawasan Teluk, terdiri atas 102 kapal tanker minyak, 64 kapal pengangkut gas alam cair (LNG), dan 66 kapal pengangkut LPG, yang mencerminkan besarnya volume pasokan energi yang berpotensi terdampak apabila gangguan pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz terus berlanjut. (DH)