Kredit Bank Mandiri melonjak 19,9%, lampaui rerata industri per Juni
Kamis, 23 Juli 2026
JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan penyaluran kredit bank-only melonjak 19,9% secara tahunan menjadi Rp1.592 triliun pada akhir Juni 2026 – di atas pertumbuhan kredit rata-rata industri di level 12,7%.
Ekosistem pemerintah dan BUMN menunjukkan pertumbuhan kredit paling pesat, tumbuh 41,6% ke Rp489 triliun, meskipun ekosistem bisnis – yaitu perusahaan besar swasta nasional – masih mendominasi kredit dengan Rp767 triliun, naik 17,7%.
Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo menyebutkan bahwa kredit komersial juga masih bertumbuh 15% menjadi Rp343 triliun.
Menurut materi paparan publik Bank Mandiri, sekitar 15% dari kredit komersial tersebut disalurkan ke industri perkebunan sawit, diikuti jasa transportasi dengan 11%, serta energi, air, dan F&B 10%.
“Kami terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional, termasuk perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta berbagai sektor produktif lainnya,” ujar Totok dalam siaran resmi, Kamis (23/7).
Pertumbuhan kredit juga diimbangi dengan kualitas kredit yang terjaga, dengan rasio non-performing loan (NPL) berada di level 0.98%.
Dari segi pendanaan, Bank Mandiri juga mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) bank-only bertumbuh 17,1% menjadi Rp1.710 triliun pada akhir Juni 2026.
Kinerja intermediasi yang baik menopang performa keuangan Bank Mandiri, yang berhasil mencatat laba bersih konsolidasi melonjak 24,4% secara tahunan menjadi Rp30,4 triliun per akhir semester I 2026.
“Pencapaian laba ini adalah hasil dari kualitas ekspansi kredit yang kami jaga, dengan penyaluran yang difokuskan ke sektor produktif dan padat karya, sehingga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia,” imbuh Totok. (ZH)