AKRA catat laba melonjak 21,2%, siap bagi dividen interim Rp1 triliun
Jumat, 24 Juli 2026
JAKARTA – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), emiten perdagangan BBM dan pengelola JIIPE Gresik, mencatat laba bersih melonjak 21,2% secara tahunan menjadi Rp1,43 triliun pada akhir Juni 2026, ditopang pendapatan yang meroket 44%.
Berdasarkan data IDNFinancials, AKRA masih mencatatkan tren pertumbuhan pendapatan yang sama dengan kuartal I 2026 lalu, yaitu didorong perdagangan dan distribusi BBM, serta pengelolaan kawasan industri JIIPE Gresik.
Pendapatan dari segmen perdagangan dan distribusi BBM dan bahan kimia dasar AKRA melonjak 43,81% menjadi Rp28,03 triliun – atau setara dengan 91,27% total pendapatan per Juni 2026 sebesar Rp30,71 triliun.
Kemudian, 5,58% dari pendapatan Perseroan berasal dari segmen tanah kawasan industri. Segmen ini juga bertumbuh pesat hingga dua kali lipat secara tahunan, menghasilkan kontribusi Rp1,71 triliun terhadap pendapatan.
Namun, seiring pendapatan yang naik, beberapa pos beban membengkak, sehingga menekan margin laba bersih, dari 5,51% menjadi 4,64% pada periode Januari-Juni 2026.
Meski margin tertekan, AKRA masih konsisten menyiapkan dividen interim bagi para pemegang saham sebesar Rp1 triliun, atau Rp50 per lembar, pada 14 Agustus 2026 mendatang.
Mengacu pada keterbukan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 31 Juli dan 3 Agustus 2026, dengan recording date pada 4 Agustus 2026.
Data IDNFinancials menunjukkan bahwa AKRA telah konsisten membagikan laba bersihnya sebagai dividen setidaknya dua kali setahun sejak tahun buku 2010.
Harga saham AKRA berada di level Rp1.410 per lembar pada penutupan perdagangan Kamis (23/7), anjlok 5,05%, dengan penurunan signifikan pada sesi II.
Namun, sejak awal tahun, harga saham AKRA telah naik 10,16%, bergerak jauh di atas IHSG yang terperosok 27,81%.
Dengan harga tersebut, maka dividen interim AKRA untuk tahun buku 2026 ini memiliki indikasi imbal hasil dividen (dividend yield) hingga 3,55%. (ZH)