MBMA beri pinjaman US$9 juta untuk pemurnian nikel anak usaha

Kamis, 18 Desember 2025

image

JAKARTA – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), entitas Grup Merdeka yang bergerak di industri nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik, memberikan pinjaman untuk anak usahanya, PT Huaneng Metal Industry (HNMI).

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, perjanjian pinjaman ini berlaku efektif sejak penandatanganan pada awal pekan, Senin (15/12).

Total nilai pinjaman tersebut tercatat maksimal US$9 juta, atau setara Rp150,52 miliar, dengan kurs Rp16.724/US$ per hari ini, Kamis (18/12).

Pinjaman ini akan digunakan HNMI untuk mendanai keperluan umum perusahaan, termasuk keperluan pengeluaran modal dan operasional serta modal kerja HNMI.

Sebagai catatan, HNMI adalah anak usaha tidak langsung MBMA melalui PT Merdeka Mega Industri, dengan kepemilikan 60%.

MBMA tercatat mengakuisisi HNMI, yang mengelola fasilitas konversi nikel matte high-grade – dengan konsentrasi nikel mencapai 70% -- di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, dengan total kapasitas 50 ribu ton nikel.

“Perseroan sebagai pemegang saham HNMI secara tidak langsung melalui MMI dapat mendukung kebutuhan pendanaan HNMI sehingga HNMI dapat memberikan nilai tambah kepada Perseroan,” ujar manajemen MBMA dalam keterangan resmi.

Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (18/12), harga MBMA stagnan di level Rp550. Namun, sejak awal tahun, harga sahamnya sudah naik 20,09%. (ZH)