Tunjuk CEO baru, BP buka peluang mega merger atau ekspansi?

Kamis, 18 Desember 2025

image

JAKARTA – Penunjukan mengejutkan Meg O'Neill sebagai CEO eksternal pertama BP membuka tiga pilihan strategis yang jelas bagi raksasa minyak senilai US$90 miliar tersebut: membangun ekspansi, mengakuisisi aset, atau justru dibeli oleh pesaing yang lebih besar (mega merger).

Langkah ini dinilai sebagai sinyal terkuat dari Chairman BP Albert Manifold untuk melakukan perombakan fundamental pada perusahaan.

Seperti dilansir dari reuters.com (18/12), BP mengumumkan bahwa CEO Murray Auchincloss akan mundur dan digantikan oleh O'Neill—yang saat ini memimpin Woodside Energy pada April mendatang.

Hingga masa transisi tersebut, Kepala Perdagangan BP Carol Howle akan menjabat sebagai CEO interim. Manifold menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan ini bertujuan meningkatkan disiplin dan ketelitian operasional demi memaksimalkan nilai pemegang saham.

O'Neill mewarisi perusahaan yang tengah kembali fokus pada bisnis inti minyak dan gas, sebuah strategi yang terbukti efektif mengerek saham BP naik 10% sepanjang tahun ini.

Ia diperkirakan akan melanjutkan rencana divestasi aset senilai US$20 miliar antara 2025 hingga 2027 untuk memangkas beban utang, serta mengelola belanja modal tahunan di kisaran US$13 miliar hingga US$15 miliar.

Ironisnya, perbaikan kinerja fundamental BP justru meningkatkan daya tariknya sebagai target akuisisi. Spekulasi pasar menyebutkan pesaing raksasa seperti Shell, Exxon Mobil, Chevron, hingga Adnoc berpotensi mengajukan penawaran, mengingat portofolio hulu BP yang semakin solid menjanjikan efisiensi biaya yang signifikan melalui konsolidasi industri. (SF)