Laba emiten anak Haji Isam PGUN susut 46,72% per Juni, ini penyebabnya

Jumat, 24 Juli 2026

image

JAKARTA – PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mencatatkan laba bersih periode berjalan sebesar Rp44,51 miliar pada akhir Juni 2026, ambles 46,72% secara tahunan usai pendapatan merosot signifikan hingga 20,82%.

Berdasarkan laporan keuangan PGUN hingga akhir Juni 2026, pendapatan PGUN tercatat turun menjadi Rp304,98 miliar, akibat turunnya kontribusi seluruh segmen.

Pendapatan dari segmen minyak kelapa sawit turun 22,12% menjadi Rp258,7 miliar, sedangkan penjualan inti kelapa sawit menyusut 11,7% menjadi Rp46,28 miliar.

Perseroan bahkan tak lagi mencatatkan penjualan cangkang sawit (palm kernel shells) pada periode Januari-Juni 2026, sehingga semakin menekan kinerja penjualan.

Kinerja PGUN hingga Juni 2026 juga masih sangat tergantung pada dua entitas afiliasinya.

Pasalnya, Sekitar 97,55% pendapatan PGUN per kuartal II 2026 ini didapatkan dari PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Kodeco Agro Jaya Mandiri, dua entitas di bawah kendali Jhonlin Group milik pebisnis Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam).

Manajemen mengaku bahwa mayoritas CPO dijual ke JARR untuk memenuhi kebutuhan produksi biodiesel JARR. PGUN telah memasok seluruh produksi CPO sebesar 8,4 ribu ton kepada JARR sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Efisiensi beban pokok membuat laba kotor PGUN hanya merosot 1,81% menjadi Rp149,33 miliar.

Namun, beban umum dan administrasi membengkak hingga 4,63 kali lipat pada periode Januari-Juni 2026 menjadi Rp80,11 miliar, membuat kinerja laba ambles.

Jika dirinci lebih jauh lagi, beban penyusutan atau depresiasi aset tetap menjadi komponen beban yang membengkak paling signifikan, dari Rp1,01 miliar menjadi Rp42,43 miliar.

Penurunan pendapatan ini juga tercermin dalam arus kas dari aktivitas operasi Perseroan, yang turun 47,52% menjadi Rp112,96 miliar.

Sementara itu, kas dan setara kas Perseroan menyusut signifikan hingga tersisa hanya Rp399,11 juta, meski PGUN masih memiliki Rp6,46 miliar pada akhir Desember 2025 lalu.

Sebagai catatan, mengacu pada Paparan Publik 2026 PGUN pada 9 Juni lalu, PGUN menyiapkan belanja modal (capex) senilai Rp167,61 miliar untuk tahun 2026. Sebagian besar capex dialokasikan untuk tanaman, diikuti bangunan & infrastruktur, serta mesin & peralatan.

Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp973,96 milyar, dengan laba mencapai Rp293,15 miliar – atau margin 30,1%.

Hal ini akan didukung oleh target penjualan CPO 59,2 ribu ton dengan harga Rp14.500 per kilogram, serta penjualan produk Palm Kernel (PK) sebesar 11,2 ribu ton dengan harga Rp10.198 per kilogram. (ZH)