Produksi baja China terjun, impor bijih besi pecahkan rekor 2025

Kamis, 18 Desember 2025

image

JAKARTA - Produksi baja China pada November 2025 tercatat 69,87 juta ton, turun 10,9% dibandingkan tahun sebelumnya, menandai penurunan bulanan keenam berturut-turut dan output terendah sejak Desember 2023.

Jika produksi Desember tetap sama, total produksi 2025 akan sekitar 964 juta ton, menjadi yang terendah sejak 2018.

Dikutip reuters.com, meski produksi melemah, impor bijih besi diperkirakan mencapai rekor baru 2025, melampaui rekor 1,24 miliar ton pada 2024.

Analis menyebut, perbedaan ini mencerminkan strategi pengisian stok bijih besi di tengah harga kompetitif dan optimisme terhadap stimulus Beijing untuk mendorong permintaan baja.

“Sektor baja menghadapi kenyataan permintaan yang lemah di sektor konstruksi properti dan manufaktur,” kata laporan resmi, menyoroti tantangan di sektor utama penggerak baja.

Harga baja di Bursa Shanghai mengikuti tren lemah produksi, dengan kontrak rebar RBF1! ditutup pada 3.081 yuan per ton, turun 10,1% sejak Juli. Sementara itu, harga bijih besi di Bursa Singapura menguat menjadi US$106,25 per ton, didorong oleh meningkatnya impor pada paruh kedua tahun.

Data resmi menunjukkan impor bijih besi 110,54 juta ton pada November, naik 8,5% dari tahun sebelumnya. Total impor 11 bulan pertama mencapai 1,139 miliar ton, sehingga Desember diperkirakan akan menembus 121 juta ton, melampaui rekor 2024.

Namun, persediaan di pelabuhan China 143,8 juta ton per 12 Desember sudah mendekati puncak 27 bulan, menandakan ruang untuk kenaikan stok lebih lanjut terbatas, yang dapat menahan laju impor di bulan-bulan mendatang. (DH)