Dolar menguat saat pasar bersiap hadapi keputusan bank sentral dunia

Jumat, 19 Desember 2025

image

TOKYO - Dolar AS mempertahankan penguatannya terhadap mata uang utama pada Kamis, seiring pelaku pasar menyesuaikan posisi menjelang keputusan suku bunga dari bank sentral di Inggris, Eropa, dan Jepang.

Poundsterling tetap tertekan setelah data inflasi Inggris yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England.

Sementara itu, yen memangkas sebagian kerugiannya karena Bank of Japan memulai rapat kebijakan dua hari yang diperkirakan akan menghasilkan kenaikan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade.

Seperti dikutip reuters.com, Kamis (18/12), komentar Presiden AS Donald Trump mengenai calon ketua Federal Reserve berikutnya yang akan sangat mendukung suku bunga rendah tidak banyak memengaruhi pergerakan dolar.

Menurut Ray Attrill, kepala strategi valuta asing di National Australia Bank, dolar secara umum akan tetap kuat. Ia menilai data inflasi Inggris yang mengecewakan telah memastikan pemangkasan suku bunga oleh Bank of England.

Indeks dolar, yang mengukur kinerja dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, relatif stabil di level 98,39 setelah naik 0,2% pada sesi sebelumnya.

Yen melemah 0,1% ke 155,87 per dolar, melanjutkan penurunan dari hari Rabu, dan juga jatuh ke rekor terendah terhadap franc Swiss. Euro bergerak datar di sekitar $1,1744, sementara pound stabil di $1,3367 setelah turun sehari sebelumnya.

Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Bank of England. Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dan memberi sinyal belum terburu-buru melakukan pelonggaran kebijakan.

Di Jepang, Bank of Japan hampir pasti akan menaikkan suku bunga jangka pendek menjadi 0,75% dari 0,5% pada akhir pertemuan Jumat, seiring inflasi tetap berada di atas target 2%.

Perdana Menteri Sanae Takaichi kembali menegaskan perlunya belanja fiskal yang proaktif untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah analis memperkirakan BOJ dapat menaikkan suku bunga dua kali pada 2026, meskipun pelemahan yen akibat panduan kebijakan yang hati-hati diperkirakan hanya bersifat sementara.

Di Amerika Serikat, ketidakpastian masih menyelimuti waktu pemangkasan suku bunga berikutnya oleh The Fed serta independensi bank sentral, di tengah wacana Trump terkait pengganti Ketua The Fed Jerome Powell.

Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan masih ada ruang untuk pemangkasan suku bunga, sementara Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menilai langkah pemangkasan terakhir tidak diperlukan.

Trump mengatakan akan segera mengumumkan calon pengganti Powell dan menegaskan keinginannya agar suku bunga diturunkan secara signifikan.

Para kandidat yang disebut-sebut memang mendukung suku bunga lebih rendah, meski tidak sejauh yang diusulkan Trump.

Di pasar lain, dolar Australia menguat tipis ke $0,6607, sedangkan dolar Selandia Baru melemah ke $0,5762 meski data menunjukkan ekonomi negara tersebut kembali tumbuh.

Bitcoin naik 0,6% ke $86.509,67 dan ether menguat 0,3% ke $2.828,33. (DK)