Laba BTPN Syariah tumbuh tipis 1,8% meski pembiayaan naik 9%
Sabtu, 25 Juli 2026
JAKARTA – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), unit usaha syariah PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN), mencatatkan laba tumbuh tipis 1,8% secara tahunan pada akhir Juni 2026 meski pembiayaan meningkat subur.
Pendapatan bersih BTPS juga tampak melemah 2,02% menjadi Rp2,31 triliun.
Namun, total pembiayaan masih mampu tumbuh 9% menjadi Rp11,03 triliun pada periode Januari-Juni 2026, didominasi piutang murabahah sebesar Rp9,52 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru BTPS, pertumbuhan pembiayaan ini dibarengi oleh rasio non-performing financing (NPF) gross dan neto yang membaik di level 2,36% dan 0,01%.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK), yang terdiri dari dana simpanan wadiah dan dana investasi non-profit sharing, tercatat sebesar Rp12,18 triliun hingga akhir Juni 2026 – menghasilkan financing-to-deposit ratio (FDR) sebesar 90,58%.
BTPS juga mencatat pertumbuhan aset sekitar 8% menjadi Rp23,3 triliun, dengan ekuitas Rp10,26 triliun. Return on asset (ROA) per Juni sebesar 7,13%, sedangkan return on equity (ROE) sebesar 13,78%.
Sebagai catatan, BTPS kini mulai mengembangkan pembiayaan non komunitas sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya, termasuk pinjaman individu serta pinjaman kepada lembaga non keuangan.
“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami,” pungkas Fachmy Achmad, Direktur BTPS. (ZH)