Amerika tahan serangan, konflik meluas ke Laut Merah dan Laut Kaspia

Minggu, 26 Juli 2026

image

WASHINGTON/ATHENA – Tanda-tanda meluasnya perang Iran mulai terlihat pada akhir pekan ini meskipun Amerika Serikat menghentikan sementara serangan militernya.

Seperti dikutip Reuters, Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyerang fasilitas minyak Arab Saudi di pesisir Laut Merah.

Pada waktu yang hampir relatif sama, Iran menuduh Ukraina menyerang sebuah kapal Iran di Laut Kaspia.

Menurut Iran, Ukraina menyerang sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia hingga terjadi ledakan yang menewaskan satu awak kapal dan melukai satu lainnya. Iran menegaskan, kapal tersebut adalah kapal sipil sehingga serangan itu merupakan tindakan agresi. Tuduhan ini menurut Reuters, berasal dari Iran dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Seperti diketahui, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukannya berhasil melakukan serangan jarak jauh di Laut Kaspia terhadap kapal-kapal yang mengangkut muatan militer.

Zelensky tidak menyebut nama kapal maupun negara pemiliknya. Karena waktunya berdekatan dengan ledakan di kapal Iran, Tehran menyimpulkan kapal itulah yang dimaksud. Dengan kata lain, Ukraina tidak mengaku menyerang kapal dagang Iran, tetapi mengklaim menyerang kapal yang membawa logistik militer.

AS Hentikan Serangan?

Militer AS pada Sabtu menyatakan blokade laut terhadap Iran masih berlaku sepenuhnya, namun tidak menjelaskan alasan penghentian rangkaian serangan yang telah berlangsung selama 13 malam berturut-turut dan terus meningkat intensitasnya.

Menanggapi jeda tersebut, seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Trump selalu menegaskan bahwa pilihannya adalah diplomasi, tetapi ia juga telah menunjukkan kepada Iran konsekuensinya jika tidak bersedia berunding secara serius.

Pada Sabtu juga tidak ada laporan mengenai serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya, seperti yang sebelumnya terjadi setiap hari sebagai respons atas serangan AS.

Menurut laporan New York Times pada Sabtu malam yang mengutip dua sumber yang mengetahui pembahasan internal, Trump untuk sementara memutuskan mengurungkan rencana meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran.

Presiden dan para penasihatnya disebut khawatir konflik akan semakin meluas, menguras persediaan senjata pertahanan AS, menjauhkan sekutu-sekutu di kawasan Teluk Persia, serta mengganggu pasokan energi dan perekonomian global.

Meski kawasan Teluk relatif tenang, bentrokan antara Houthi yang bersekutu dengan Iran dan Arab Saudi pada Sabtu menunjukkan perang yang sebelumnya telah mengganggu jalur pasokan energi melalui Selat Hormuz kini berpotensi memengaruhi jalur pelayaran utama lainnya sekaligus memicu kembali perang saudara di Yaman.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Iran menuduh Ukraina menyerang sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia. Serangan tersebut disebut menyebabkan ledakan yang menewaskan seorang pelaut dan melukai seorang lainnya.

Sebelumnya pada Sabtu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy melalui media sosial memuji keberhasilan "serangan jarak jauh" di Laut Kaspia yang menurutnya menyasar kapal-kapal pengangkut logistik militer, namun tidak menyebutkan kewarganegaraan kapal yang menjadi sasaran.

Ancaman Perang Meluas ke Yaman

Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya menyerang fasilitas milik perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Aramco, di Jizan dan Yanbu.

Video yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi Reuters memperlihatkan kepulan asap tebal dari arah kilang Aramco di Jizan.

Dua sumber perdagangan minyak di Asia mengatakan mereka menerima informasi mengenai kemungkinan kerusakan pada fasilitas penyimpanan bahan bakar dan minyak di Jizan. Aramco belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Di Yanbu, dua rudal balistik yang mengarah ke fasilitas minyak berhasil dicegat sistem pertahanan udara Patriot buatan AS yang dioperasikan militer Yunani di Arab Saudi berdasarkan perjanjian kerja sama dengan Riyadh, menurut sumber keamanan Yunani.

Yanbu, pelabuhan utama ekspor minyak Arab Saudi di Laut Merah, kini menjadi jalur penting bagi ekspor minyak Saudi yang menghindari Selat Hormuz yang diblokade Iran. Kilang minyak di Jizan, kota pesisir Laut Merah dekat perbatasan Yaman, memiliki kapasitas pengolahan hingga 400.000 barel per hari.

Di Yaman, angkatan udara pemerintah yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi melancarkan serangan terhadap lokasi peluncuran rudal serta gudang senjata Houthi di Provinsi Marib dan Al-Jawf, menurut pejabat Yaman.

Sebelumnya, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan telah membombardir posisi militer Houthi di pelabuhan Hodeidah di Laut Merah pada Jumat.

Para pejabat Yaman mengatakan kedua pihak dalam perang saudara di negara itu kini tengah memobilisasi pasukan di garis depan.

Koalisi Arab Saudi Gempur Hodeidah

Arab Saudi telah memimpin koalisi negara-negara Arab melawan Houthi selama lebih dari satu dekade sejak kelompok yang didukung Iran tersebut merebut ibu kota Yaman, Sanaa.

Perang saudara di Yaman yang menewaskan ratusan ribu orang akibat pertempuran dan kelaparan sempat mereda setelah gencatan senjata pada 2022.

Namun, kesepakatan tersebut runtuh bulan ini ketika Houthi secara efektif bergabung dalam perang yang lebih luas bersama sekutunya, Iran, setelah Iran diserang Amerika Serikat dan Israel.

Dalam sepekan terakhir, Houthi menyatakan blokade laut terhadap Arab Saudi. Pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, mengatakan seluruh fasilitas minyak Arab Saudi dapat menjadi target serangan. Pada Kamis, Houthi juga menyerang dua kapal tanker Saudi di Laut Merah.

Pasukan Amerika baru-baru ini kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas kawasan Timur Tengah, menyatakan telah melumpuhkan sebuah kapal yang berusaha menerobos blokade meskipun telah diberikan "peringatan berulang kali" pada Jumat di Teluk Oman.

Gencatan senjata sementara pada praktiknya runtuh dua pekan lalu setelah pasukan AS menyerang sasaran di Iran selatan sebagai respons terhadap gangguan Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz.

Pada Jumat, Trump mengatakan Amerika Serikat dan Iran sedang melakukan pembicaraan untuk merundingkan penghentian konflik. Namun, ia kembali menegaskan bahwa Teheran masih belum siap mencapai kesepakatan.(YS/MT)