Strategi terapkan ambang penurunan bitcoin untuk restrukturisasi
Minggu, 26 Juli 2026
JAKARTA– Perusahaan pemegang Bitcoin terbesar di dunia, Strategy (sebelumnya MicroStrategy), untuk pertama kalinya mempublikasikan metrik yang menunjukkan batas penurunan tahunan harga bitcoin yang masih dapat ditoleransi sebelum perusahaan kemungkinan perlu mempertimbangkan restrukturisasi kewajibannya.
Dalam pembaruan metrik keuangannya, Strategy menetapkan Annual Return Rate (ARR) BTC Floor sebesar -11,34%.
Angka tersebut menggambarkan tingkat penurunan tahunan bitcoin yang masih memungkinkan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya berdasarkan asumsi struktur modal saat ini.
Perusahaan menjelaskan bahwa apabila kinerja bitcoin berada di bawah ambang batas tersebut secara berkelanjutan selama periode yang dimodelkan, cakupan aset terhadap kewajiban dapat turun di bawah rasio 1,0 kali.
"Di bawah ARR BTC Floor, Strategy mungkin perlu mempertimbangkan restrukturisasi kewajibannya," tulis perusahaan dalam penjelasan metrik yang dipublikasikan.
Perhitungan ARR BTC Floor didasarkan pada sejumlah faktor, termasuk cadangan bitcoin yang dimiliki perusahaan, utang bersih, saham preferen, serta beban bunga dan dividen yang harus dibayarkan selama masa pembiayaan.
Per 20 Juli, Strategy melaporkan total utang sebesar US$6,754 miliar dengan cadangan kas US$3,225 miliar, sehingga menghasilkan utang bersih sekitar US$3,529 miliar.
Selain itu, perusahaan memiliki saham preferen dengan nilai nominal sekitar US$15,464 miliar, sehingga total kewajiban yang menjadi dasar perhitungan mencapai hampir US$19 miliar.Sementara itu, Strategy tercatat memiliki 843.775 Bitcoin dengan nilai sekitar US$53,8 miliar, berdasarkan harga bitcoin sekitar US$63.769 per koin.
Strategy menegaskan bahwa ARR BTC Floor bukan merupakan batas harga bitcoin tertentu maupun pemicu otomatis untuk menjual aset kripto yang dimilikinya.
Metrik tersebut juga tidak berkaitan dengan pelanggaran perjanjian utang, kewajiban refinancing, maupun risiko kebangkrutan apabila harga bitcoin turun di bawah level yang dimodelkan.
Sebaliknya, angka tersebut berfungsi sebagai indikator stres keuangan yang digunakan perusahaan untuk mengevaluasi kemampuan memenuhi kewajiban apabila harga bitcoin mengalami pelemahan dalam jangka panjang.
Selain ARR BTC Floor, Strategy juga memperkenalkan BTC Threshold ARR sebesar 10,79%. Angka tersebut mencerminkan tingkat pengembalian tahunan Bitcoin yang diperlukan agar perusahaan dapat menghasilkan imbal hasil di atas biaya pendanaan atau memperoleh spread positif.
Semakin tinggi kenaikan harga Bitcoin dibandingkan ambang tersebut, semakin besar potensi nilai tambah yang dihasilkan dari strategi pembiayaan perusahaan.
Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, mengatakan pasar modal yang berbasis Bitcoin memerlukan pendekatan baru dalam mengukur risiko dan kinerja keuangan. Menurutnya, publikasi metrik seperti ARR BTC Floor memberikan gambaran yang lebih transparan mengenai hubungan antara volatilitas Bitcoin dengan struktur pendanaan perusahaan.
Meski demikian, Strategy menegaskan bahwa metrik tersebut bukan merupakan peringkat kredit resmi maupun proyeksi kinerja keuangan. Perhitungan juga tidak memperhitungkan sejumlah faktor, seperti biaya transaksi, pajak, dividen yang belum dibayarkan, hingga dampak pasar apabila perusahaan melakukan penjualan Bitcoin dalam jumlah besar.
Dengan semakin besarnya eksposur perusahaan terhadap Bitcoin, metrik tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam menilai ketahanan keuangan Strategy di tengah volatilitas pasar aset digital.(GA)