Laba bersih CATL melonjak 42%, bisnis penyimpanan energi jadi penopang

Minggu, 26 Juli 2026

image

JAKARTA – Produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), membukukan kinerja yang lebih kuat pada paruh pertama 2026.

Laba bersih perusahaan melonjak 42% secara tahunan menjadi 43,28 miliar yuan, ditopang pertumbuhan pesat bisnis penyimpanan energi (energy storage) yang berhasil mengimbangi perlambatan pasar kendaraan listrik (EV) di China.

Pada kuartal II-2026, CATL mencatat laba bersih sebesar 22,5 miliar yuan, naik 36,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan melampaui ekspektasi analis. Sementara itu, pendapatan kuartalan meningkat 56,9% menjadi 147,8 miliar yuan.

Kinerja CATL ditopang lonjakan permintaan baterai untuk sistem penyimpanan energi yang digunakan pada pembangkit listrik, energi terbarukan, hingga pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pengiriman baterai penyimpanan energi perusahaan hampir dua kali lipat pada awal tahun, sehingga pangsa pasar global CATL di segmen tersebut meningkat menjadi 29,9%.

Sebaliknya, pertumbuhan pasar kendaraan listrik di China mulai melambat akibat persaingan harga yang semakin ketat.

Meski demikian, CATL tetap mempertahankan posisinya sebagai pemasok baterai kendaraan listrik terbesar di dunia dengan pangsa pasar sekitar 40,2%, memasok produsen otomotif seperti Tesla, BMW, dan Volkswagen.

Seiring membaiknya kinerja keuangan, CATL juga mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham A senilai 20 miliar hingga 40 miliar yuan.

Selain itu, perusahaan sebelumnya telah menghimpun sekitar US$5 miliar melalui pencatatan saham di Bursa Hong Kong untuk mendukung ekspansi internasional, termasuk pembangunan fasilitas produksi baru di berbagai negara.

Diversifikasi ke bisnis penyimpanan energi dinilai menjadi strategi penting bagi CATL untuk menjaga pertumbuhan di tengah melambatnya permintaan kendaraan listrik.

Meningkatnya investasi global pada energi terbarukan, pusat data AI, dan sistem kelistrikan diperkirakan akan terus menjadi pendorong permintaan baterai dalam beberapa tahun mendatang. (GA)