Startup Jerman Revolta luncurkan baterai sodium-ion untuk rumah

Senin, 27 Juli 2026

image

JAKARTA, IDNFinancials – Startup teknologi energi asal Jerman, Revolta, memperkenalkan sistem penyimpanan energi berbasis baterai sodium-ion bertegangan tinggi yang dirancang untuk kebutuhan rumah tangga.

Produk ini menjadi alternatif baru bagi baterai lithium-ion di tengah meningkatnya permintaan solusi penyimpanan energi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Sistem baterai Revolta menggunakan modul berkapasitas 2 kWh yang dapat dikombinasikan hingga 10 unit, sehingga mampu menyediakan kapasitas penyimpanan hingga 20 kWh sesuai kebutuhan pengguna.

Dikutip dari pv-magazine, berdasarkan spesifikasi perusahaan, baterai tersebut memiliki tegangan nominal 450 volt DC, kepadatan energi 105 Wh/kg, serta efisiensi pengisian dan pelepasan daya lebih dari 95%.

Revolta juga membekali sistem ini dengan sertifikasi IP65, sehingga tahan terhadap debu dan air untuk penggunaan di berbagai kondisi lingkungan. Tingkat kebisingannya diklaim di bawah 40 desibel, sementara konsumsi daya saat siaga sangat rendah.

Perusahaan menyebut baterai dapat berada dalam kondisi siaga selama lebih dari satu tahun tanpa memerlukan pengisian ulang.

Sistem penyimpanan energi ini dirancang menggunakan konsep plug-and-play, sehingga proses pemasangan dan aktivasi dapat dilakukan melalui aplikasi ponsel pintar atau koneksi Bluetooth.

Unit kontrol akan menghubungkan baterai dengan inverter, sementara Revolta terus memperluas daftar inverter yang kompatibel melalui kerja sama dengan berbagai produsen.

Revolta memperkenalkan produk tersebut pada pameran The smarter E Europe 2026 di Munich. Peluncuran komersial dijadwalkan berlangsung pada September 2026, dengan sejumlah proyek percontohan yang telah disiapkan.

Perusahaan mengatakan telah menerima banyak permintaan dari konsumen dan kini tengah membangun jaringan distribusi bersama distributor serta instalator lokal di Jerman.

Pada tahap awal, Revolta akan memfokuskan pemasaran di Jerman sebelum memperluas ekspansi ke negara-negara Eropa lainnya.

Menurut perusahaan, karena sistem baterai terhubung langsung ke inverter dan bukan ke jaringan listrik, proses ekspansi ke berbagai negara diperkirakan tidak menghadapi kendala teknis yang signifikan.

Peluncuran baterai sodium-ion ini mencerminkan meningkatnya persaingan di industri penyimpanan energi global. Teknologi sodium-ion dinilai memiliki potensi menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan baterai lithium-ion karena menggunakan bahan baku yang lebih melimpah dan berbiaya lebih rendah. (GA)