Proyek liptografi rahasia China, tantang monopoli ASML Belanda

Jumat, 19 Desember 2025

image

JAKARTA - China secara diam-diam membuat terobosan besar dalam industri semikonduktor global.

Di sebuah laboratorium berkeamanan tinggi di Shenzhen, para ilmuwan China berhasil membangun prototipe mesin litografi Extreme Ultraviolet (EUV) teknologi kunci untuk memproduksi chip paling canggih yang selama ini dimonopoli Barat.

Dikutip reuters.com (18/12), prototipe tersebut rampung pada awal 2025 dan kini memasuki tahap pengujian.

Mesin raksasa itu memakan hampir satu lantai pabrik dan dikembangkan oleh tim yang sebagian besar terdiri dari mantan insinyur ASML, perusahaan Belanda satu-satunya produsen mesin EUV di dunia. Mereka disebut melakukan reverse engineering terhadap teknologi ASML.

Mesin EUV berada di pusat persaingan teknologi global. Teknologi ini menggunakan cahaya ultraviolet ekstrem untuk mengukir sirkuit superhalus pada wafer silicon semakin kecil sirkuit, semakin kuat chip yang dihasilkan. Selama ini, kemampuan tersebut hanya dimiliki negara-negara Barat.

Prototipe China disebut sudah mampu menghasilkan cahaya EUV, meski belum memproduksi chip yang berfungsi penuh.

Namun, keberadaannya dinilai memangkas perkiraan waktu China untuk mengejar ketertinggalan teknologi chip. Pada April lalu, CEO ASML Christophe Fouquet menyebut China membutuhkan “many, many years” untuk mengembangkan teknologi tersebut.

Fakta di lapangan menunjukkan jarak itu mungkin lebih pendek dari perkiraan analis.

Meski demikian, tantangan besar masih menghadang, terutama dalam penguasaan sistem optik presisi tinggi yang selama ini diproduksi pemasok Barat seperti Carl Zeiss.

Untuk membangun prototipe, China memanfaatkan komponen dari mesin ASML generasi lama yang diperoleh melalui pasar sekunder, dengan target pemerintah menghasilkan chip dari mesin tersebut sekitar 2028. Namun sumber Reuters menyebut target realistis berada di kisaran 2030.

Proyek ini merupakan puncak dari inisiatif pemerintah China selama enam tahun terakhir untuk mencapai kemandirian semikonduktor salah satu prioritas utama Presiden Xi Jinping.

Meski ambisi China di sektor chip bersifat publik, proyek EUV Shenzhen dilakukan secara rahasia dan diklasifikasikan sebagai proyek keamanan nasional.

Proyek tersebut berada di bawah strategi semikonduktor nasional yang dikoordinasikan oleh Ding Xuexiang, orang kepercayaan Xi Jinping. Huawei berperan sentral dalam mengorkestrasi jaringan perusahaan dan lembaga riset negara yang melibatkan ribuan insinyur. Sumber Reuters menyebut proyek ini sebagai versi China dari Manhattan Project milik Amerika Serikat.

“Tujuannya adalah agar China pada akhirnya mampu membuat chip canggih pada mesin yang sepenuhnya buatan China,” kata salah satu sumber. “China ingin Amerika Serikat 100% dikeluarkan dari rantai pasokannya."

Hingga kini, ASML tetap menjadi satu-satunya perusahaan yang menguasai teknologi EUV. Mesin senilai sekitar US$250 juta itu vital bagi produksi chip tercanggih Nvidia, AMD, serta pabrikan seperti TSMC, Intel, dan Samsung. ASML mengembangkan EUV sejak 2001 dan baru memproduksi chip komersial pertama hampir dua dekade kemudian.

“Wajar jika perusahaan ingin meniru teknologi kami, tetapi melakukannya bukanlah hal yang mudah,” ujar ASML dalam pernyataan kepada Reuters.

Sejak 2018, Amerika Serikat menekan Belanda untuk melarang penjualan mesin EUV ke China. Pembatasan diperluas pada 2022 lewat kontrol ekspor ketat yang bertujuan menjaga China tertinggal satu generasi dalam teknologi chip. Hingga kini, tidak satu pun mesin EUV ASML dijual ke China.

Di balik kemajuan ini, peran mantan insinyur ASML sangat krusial. Mereka direkrut secara agresif sejak 2019, dengan bonus besar dan fasilitas perumahan. Demi menjaga kerahasiaan, sebagian direkrut menggunakan identitas palsu dan bekerja di fasilitas tertutup dengan pengamanan ketat.

Di dalam Huawei, tim-tim semikonduktor bekerja terisolasi, bahkan sebagian karyawan tidur di lokasi kerja dan dibatasi akses komunikasi. “Tim-tim tersebut dipisahkan satu sama lain untuk melindungi kerahasiaan proyek,” kata salah satu sumber.

Terobosan ini menandai babak baru dalam perang teknologi global. Meski masih tertinggal dari Barat, langkah China membangun mesin EUV sendiri menunjukkan bahwa dominasi Barat di industri chip mulai menghadapi tantangan serius dari Beijing.(DH)