Arah BUMI usai caplok tambang emas JML Australia Rp346,9 miliar

Jumat, 19 Desember 2025

image

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi pemegang saham mayoritas di Jubilee Metals LImited (JML), entitas pemilik tambang mineral di Australia, setelah menyelesaikan transaksi senilai AU$31,47 juta atau setara Rp346,9 miliar.

R.A. Sri Dharmayanti, Direktur BUMI, mengatakan setoran modal itu membuat BUMI jadi pemegang 5,73 juta lembar saham JML atau setara kepemilikan 64,98%.

“Transaksi ini merupakan langkah strategis yagn sejalan dengan rencana transformasi perseroan dan bagian dari program diversifikasi usaha perseroan di luar sektor batu bara,” jelas Dharmayanti, dalam keterangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (19/12) hari ini.

Setelah aksi korporasi itu tuntas, imbuh Dharmayanti, Manajemen BUMI optimis kinerja perseroan di masa mendatang akan tumbuh positif.

Dalam paparan publik yang digelar awal Desember 2025, Manajemen BUMI telah mengonfirmasi apakah akan ada penambahan porsi kepemilikan saham di JML di masa mendatang.

Direktur BUMI, Rio Supin, mengatakan saat ini fokus manajemen adalah memastikan tambang JML bisa segera beroperasi sesuai rencana. “Kemudian, baru akan kami putuskan apakah BUMI akan menambah kepemilikan di JML atau tidak,” jelas Rio, dalam paparan publik.

Rio menambahkan bahwa tujuan akuisisi JML sama seperti langkah serupa yang dilakukan BUMI, dalam mengakuisisi tambang emas di Australia lainnya yaitu Wolfram.

“BUMI akan masuk ke mineral tembaga atau copper. Hal ini dapat dilihat dari akuisisi tambang Wolfram di Queensland, Australia, di mana produknya adalah copper and gold, yang hasilnya nanti adalah copper concentrate,” imbuh Rio.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, BUMI telah mengumumkan diversifikasi bisnisnya di luar sektor batu bara sejak awal tahun ini.

Pada kuartal pertama, emiten energi milik Grup Bakrie dan Salim ini telah mengumumkan proses akuisisi 99,68% saham Wolfram Limited. Nilai transaksi ini diperkirakan mencapai AU$63,29 juta atau sekitar Rp699 miliar. (KR)