CEO DWS: Pasar Tidak Punya Strategi Hadapi Risiko Gelembung AI

Senin, 17 November 2025

image

JAKARTA - CEO DWS, pengelola investasi global senilai €1,1 triliun milik Deutsche Bank, memperingatkan bahwa pasar saat ini tidak memiliki strategi jelas untuk mengatasi potensi gelembung kecerdasan buatan (AI).

Dalam wawancara dengan Reuters, Stefan Hoops menilai lonjakan valuasi saham-saham AI semakin menimbulkan risiko bagi pasar global.

Hoops membandingkan fenomena ini dengan gelembung dotcom 1990-an, namun menilai kondisinya berbeda karena kali ini didorong oleh investor ritel. Ia mengatakan kelompok investor ini belum diuji dalam kondisi penurunan pasar yang panjang, sehingga perilaku mereka masih sulit diprediksi.

Seperti dikutip economictimes.indiatimes.com, Sabtu (14/11), Saham-saham teknologi besar dalam kelompok “Magnificent Seven” — termasuk Nvidia dan Meta — telah mengalami lonjakan signifikan. Meskipun belakangan terkoreksi, saham-saham tersebut masih mencatat kinerja jauh lebih kuat dibandingkan tahun lalu. Namun, DWS mencermati potensi pelemahan lebih cepat jika sentimen pasar berubah.

Hoops menyebutkan bahwa kenaikan harga saham yang luar biasa menciptakan kekayaan besar bagi investor ritel. Nvidia, misalnya, kini bernilai US$5 triliun. Ia mempertanyakan apakah valuasi bisa terus naik atau justru menjadi titik awal koreksi besar.

Meski begitu, DWS tetap optimistis terhadap transformasi yang dibawa AI, khususnya pada industri pusat data. Perusahaan mengungkapkan masih akan memperkuat investasi di sektor tersebut, setelah menjual salah satu aset data center yang dinilai telah mencapai masa matang.

Dalam konteks makro, Hoops juga membahas perlunya Eropa memperkuat upaya pemulihan ekonomi untuk mengejar Amerika Serikat. Ia menilai arus masuk dana ke DWS sepanjang tahun ini menunjukkan adanya diversifikasi investor global, meski reformasi struktural ekonomi Eropa tetap diperlukan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. (GA)