Tambah 75 gerai, laba Alfamidi melonjak 24,44% di semester I 2026
Senin, 27 Juli 2026
JAKARTA – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), pengelola jaringan gerai Alfamidi di Indonesia, membukukan lonjakan laba hingga 24,44% secara tahunan pada akhir Juni 2026 menjadi Rp485,97 miliar.
Hal ini sejalan dengan pendapatan MIDI yang naik 8,45% sepanjang Januari-Juni 2026, menyentuh Rp11,25 triliun. Peningkatan ini ditopang pertumbuhan yang merata pada semua segmen produk, baik makanan maupun non-makanan.
Namun, penjualan Perseroan di Jabodetabek per semester I 2026 tercatat merosot 1,67% menjadi Rp4 triliun, sedangkan kontribusi penjualan di luar Pulau Jawa justru meroket hingga 17,52% menjadi Rp5,72 triliun.
Sementara itu, pertumbuhan penjualan di Pulau Jawa (eks-Jabodetabek) tercatat moderat di level 4,85% menjadi Rp1,53 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru Perseroan, MIDI telah menambah 75 gerai baru sepanjang semester I 2026 – 35 di antaranya dibangun di kuartal II.
Kini, MIDI mengelola total 2.662 gerai, yang masih didominasi format minimarket sebanyak 2.573 gerai, diikuti format supermarket sebanyak 86 gerai.
MIDI tercatat menutup 1 unit toko buahnya pada kuartal II 2026, sehingga menyisakan 3 unit toko buah di bawah kelolaannya.
Meski mencatatkan pertumbuhan secara tahunan, secara kuartalan, MIDI membukukan pelemahan kinerja, dengan pendapatan turun sekitar 8,72% dan laba anjlok 17%.
Saham MIDI merosot 2,84% dan menutup sesi I perdagangan Senin (27/7) di level Rp274 per lembar, sejalan dengan merosotnya IHSG hingga 0,36% di akhir sesi I. (ZH)