LanzaTech Global produksi jet fuel dari etanol di Amerika
Senin, 17 November 2025

JAKARTA - LanzaTech Global resmi mengoperasikan LanzaJet Freedom Pines Fuels di Georgia, AS pabrik komersial pertama di dunia yang memproduksi bahan bakar jet dari etanol dan membuktikan teknologi etanol ke SAF dapat diterapkan pada skala industri.
Dikutip dari chinimandi.com (15/11), LanzaJet dibentuk sebagai perusahaan terpisah agar teknologi ini bisa mengejar skala komersial lebih cepat.
Keputusan itu diambil di tengah tekanan besar sektor penerbangan, namun dukungan investor sejak awal membuat perusahaan mampu bertahan dan membangun landasan bagi generasi baru bahan bakar terbarukan.
Pabrik ini membuka peluang besar karena etanol dapat diproduksi dari berbagai sumber mulai dari gas limbah industri dan sampah, hingga CO₂ yang ditangkap dan residu pertanian. Pendekatan ini memungkinkan setiap wilayah memanfaatkan sumber daya lokal untuk memproduksi bahan bakar bersih, memperkuat ketahanan energi sekaligus memperluas pasokan SAF global.
“Berinvestasi pada fasilitas pertama di dunia bukan hanya tentang teknologi ini tentang membuka peluang pasar baru,”ujar Jennifer Holmgren, CEO LanzaTech dan Chair LanzaJet.
Ia menyebut pencapaian ini menegaskan posisi etanol sebagai molekul kunci untuk bahan bakar masa depan.
CEO LanzaJet, Jimmy Samartzis, menyebut keberhasilan operasional pabrik sebagai pencapaian bersejarah.
“Kami telah membuat bahan bakar jet dengan mengubah etanol domestik di pabrik skala komersial untuk pertama kalinya dalam sejarah,” ujarnya. Menurutnya, hasil ini memperkuat ekspansi teknologi SAF di berbagai benua.
Teknologi etanol ke SAF telah dikembangkan sejak 2012 bersama Pacific Northwest National Laboratory, diuji pada skala pilot dan demonstrasi, memperoleh persetujuan ASTM pada 2018, lalu mendukung penerbangan Virgin Atlantic dan ANA. LanzaJet didukung oleh investor besar seperti Mitsui, British Airways, Shell, Airbus, hingga Microsoft. (
LanzaJet adalah perusahaan teknologi bahan bakar bersih yang fokus pada produksi “Sustainable Aviation Fuel” (SAF), bahan bakar pesawat yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.
Profil singkatnya sebagai berikut:
Memakai eknologi Alcohol-to-Jet (ATJ) yang dipatenkan untuk mengubah etanol menjadi SAF.
Produknya adalah “drop-in SAF”, artinya bisa digunakan di pesawat dan infrastruktur penerbangan yang sudah ada. Airbus
Perusahaan ini berdiri pada tahun 2020, hasil kerja sama antara LanzaTech, Suncor, dan Mitsui.
Beberapa investor besar mereka termasuk Microsoft, Shell, British Airways, dan lainnya.
Punya fasilitas bernama Freedom Pines Fuels di Georgia, Amerika Serikat, yang diklaim sebagai pabrik SAF berskala komersial pertama yang menggunakan etanol sebagai bahan baku.