Australia siapkan kilang minyak pertama dalam 60 tahun

Selasa, 28 Juli 2026

image

JAKARTA - Pemerintah Australia mulai mengkaji pembangunan kilang minyak domestik baru untuk pertama kalinya dalam lebih dari 60 tahun sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Seperti dikutip Reuters, Pemerintah federal bersama Pemerintah Negara Bagian Australia Barat mengalokasikan dana sebesar A$4 juta untuk menyusun studi kelayakan pembangunan kilang minyak tersebut.

Australia saat ini masih bergantung pada impor untuk memenuhi sekitar 80% kebutuhan bahan bakarnya. Konflik yang melibatkan Iran dalam beberapa waktu terakhir semakin mendorong pemerintah mempercepat upaya mengamankan pasokan energi domestik.

Sebagian besar kilang minyak Australia dibangun pada era 1950-an hingga 1960-an.

Namun, tingginya biaya operasional serta berkembangnya kilang-kilang berkapasitas besar di Asia menyebabkan sebagian besar fasilitas tersebut berhenti beroperasi dalam tiga dekade terakhir.

Menteri Sumber Daya Federal Australia Madeleine King mengatakan pembangunan kilang baru menjadi bagian penting dari strategi memperkuat keamanan pasokan energi nasional, khususnya setelah Australia Barat kehilangan seluruh kapasitas pengolahan minyaknya.

"Hal ini menyangkut ketahanan bahan bakar bagi seluruh negeri, namun tentu saja Australia Barat kini tidak lagi memiliki kapasitas pengolahan bahan bakar setelah penutupan fasilitas BP di Kwinana pada tahun 2021. Jadi, ini merupakan inisiatif yang sangat penting."

Saat ini, Australia hanya memiliki dua kilang minyak yang masih beroperasi, yakni fasilitas milik Ampol di Queensland dan Viva Energy di Victoria. Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan delapan kilang yang masih beroperasi pada tahun 2000.(DH)