Kerja sama dengan Grup Arsari milik Hashim, laba Indosat melesat 84,5%
Selasa, 28 Juli 2026
JAKARTA – Laba bersih PT Indosat Tbk (ISAT), salah satu provider telekomunikasi swasta terbesar di Indonesia, melonjak 84,5% secara tahunan pada akhir Juni 2026, menyentuh Rp4,31 triliun, didukung pendapatan yang tumbuh subur.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan Indosat tumbuh 13,1% menjadi Rp30,65 triliun, didorong peningkatan yang merata pada semua segmennya.
Pendapatan segmen selular – yang mewakili 83,28% pendapatan ISAT per Juni 2026 – masih mampu tumbuh 12,2% menjadi Rp25,53 triliun.
Pertumbuhan ini juga terlihat pada ARPU (average revenue per user) seluler gabungan yang naik 17,95% menjadi Rp46.000. Meski jumlah pelanggan merosot dari 95,4 juta menjadi 93,4 juta user, traffic data justru melesat 19,92%.
Hal ini juga didukung ekspansi konektivitas ISAT dengan penambahan sekitar 11.240 menara BTS 4G dalam setahun terakhir menjadi 214.326 unit.
Namun, tak hanya 4G, ISAT juga mulai mendorong perluasan jaringan 5G dengan penambahan 9.310 menara BTS 5G, dan kini mengelola total 10.117 unit.
ISAT juga telah bermitra dengan Nokia dalam upaya modernisasi jaringan seluler Indosat di Indonesia, dengan menerapkan 5G Radio Access Network, baik di pita frekuensi rendah dan menengah, untuk meningkatkan kualitas jaringan.
Tak hanya segmen seluler, ISAT juga bertumbuh pesat di segmen MIDI, atau Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet. Kontribusi segmen ini melesat 18,5% menjadi Rp4,69 triliun – atau mewakili 15,31% pendapatan Perseroan per Juni 2026.
Sebagai informasi, Indosat dan Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo juga bermitra dalam penyediaan infrastruktur digital berupa jaringan fiber optik pada 2026 melalui PT Infra Fiber Tekonologi (IFT).
“Untuk memperluas ketersediaan infrastruktur digital berkualitas tinggi dengan akses terbuka (open-access) di seluruh Indonesia,” jelas manajemen ISAT dalam keterangan resmi, Selasa (28/7).
Selain itu, meski kontribusinya kecil, segmen telekomunikasi tetap juga masih tumbuh 8,4% menjadi Rp431,9 miliar.
Peningkatan kinerja top-line yang merata di semua segmen ini juga menghasilkan EBITDA yang tumbuh 13,6% menjadi Rp14,6 triliun, dengan margin stabil di 47,6%.
Hingga akhir Juni 2026, ISAT membukukan total aset Rp138,31 triliun, dengan liabilitas Rp98,21 triliun dan ekuitas Rp40,10 triliun.
Seiring dengan kinerjanya yang solid, saham ISAT hari ini ditutup menguat 1,83% ke level Rp1.950 per lembar, diperdagangkan dengan P/E ratio disetahunkan 7,30 x, di bawah rata-rata industri di level 12,25. (ZH)