IHSG gagal rebound, rupiah tembus Rp17.500 usai BOJ naikkan suku bunga
Jumat, 19 Desember 2025

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah 8,64 poin atau 0,10% pada perdagangan Jumat (19/12) hari ini, menambah reli pelemahan menjadi 3 hari berturut-turut.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.671 pada pembukaan perdagangan, namun sempat terkoreksi ke level terendah 8.562 usai Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga acuan.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp47,07 triliun, yang melibatkan 40,81 miliar lembar saham.
Sebanyak 473 saham mencatat pelemahan harga, sementara hanya 197 saham yang menguat dan 133 saham stagnan.
Analis Phintraco Sekuritas menilai hingga perdagangan terakhir pekan ini, IHSG belum menunjukkan indikasi reversal atau pembalikan arah setelah koreksi 3 hari.
“Stochastic RSI berlanjut melemah di area oversold, namun belum ada indikasi reversal. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menguji level 8.500-8.550,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan usai penutupan perdagangan hari ini.
Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun 0,16% atau 27 poin ke level Rp16.750. Ini merupakan level terendah bagi rupiah dalam sebulan atau sejak 18 November 2025.
Sebelumnya, BOJ menaikkan suku bunga acuan sebesar 26 basis points (bps) pada siang hari ini ke level 0,75%. Ini merupakan level tertinggi dalam 3 dekade sejarah pasar keuangan Jepang.
Namun BOJ tak memberikan sinyal lanjutan berapa besar peluang pemangkasan suku bunga berikutnya, yang kemudian menyeret nilai tukar yen Jepang menjadi mata uang dengan performa terburuk terhadap dolar AS di kawasan Asia.
Sementara rupiah berada di peringkat kelima terburuk, setelah Korea Won (KRW) yang melemah 0,38%, Peso Philipina yang turun 0,26%, dan dolar Singapura yang terkoreksi 22%. (KR)