Harga emas melemah, platinum justru naik usai inflasi AS lebih rendah

Jumat, 19 Desember 2025

image

JAKARTA - Harga emas melemah tipis pada Kamis setelah pasar mencermati data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan.

Seperti dikutip reuters.com, Jumat (19/12), pelemahan inflasi tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi, meski penurunan lebih lanjut tertahan oleh kenaikan tingkat pengangguran AS pada November.Emas spot turun 0,2% ke level US$4.330,39 per ons pada pukul 14.26 waktu setempat (19.26 GMT). Sebelumnya, emas sempat mencetak rekor tertinggi di US$4.381,21 pada 20 Oktober dan masih bergerak di dekat level tersebut pada awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,2% di US$4.364,5 per ons.Analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai penurunan inflasi yang lebih cepat dari ekspektasi mengurangi minat investor terhadap emas sebagai instrumen perlindungan nilai. “Emas selama ini menjadi lindung nilai inflasi. Jadi, pelemahannya cukup masuk akal setelah rilis data CPI,” ujarnya.Data menunjukkan harga konsumen AS naik 2,7% secara tahunan pada November, lebih rendah dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 3,1%.

Data tersebut mendorong pasar meningkatkan peluang Bank Sentral AS (The Federal Reserve) memangkas suku bunga pada pertemuan Januari mendatang.Razaqzada menambahkan, reli emas yang kuat dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar didorong oleh tingginya inflasi yang menggerus nilai mata uang fiat.

Secara teori, aset tanpa imbal hasil seperti emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah dan dikenal sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.Sementara itu, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai tren harga emas masih positif. Ia memperkirakan peluang penguatan lanjutan dengan target kenaikan di kisaran US$4.515,63 hingga US$5.000 per ons.Di sisi lain, harga perak spot turun 1,5% ke US$65,3 per ons, mundur dari rekor tertinggi US$66,88 yang dicapai pada sesi sebelumnya. Meski demikian, perak masih mengungguli emas sepanjang tahun ini dengan kenaikan 126% secara year-to-date, didorong oleh permintaan investasi dan kekhawatiran defisit pasokan.Harga platinum justru naik 1,2% ke US$1.922,05 per ons, tertinggi dalam lebih dari 17 tahun, sementara palladium melonjak 3,7% ke hampir level tertinggi tiga tahun di US$1.708,72 per ons.

Commerzbank mencatat kenaikan harga logam mulia kini meluas dari perak ke platinum, dengan permintaan kuat dari China menjadi salah satu penopang utama harga platinum. (DK)