Asing serbu saham emas dan Grup Astra, tinggalkan saham Bakrie

Sabtu, 20 Desember 2025

image

JAKARTA – Meski IHSG ditutup melemah 0,59% di 8.609,55, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan beli asing (net buy) yang signifikan pekan ini (15-19/12), naik dari Rp1,42 triliun pekan lalu menjadi Rp3,27 triliun.

Investor asing tercatat menyerbu saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di pasar reguler, dengan catatan nilai beli asing bersih (net foreign buy) mencapai Rp853,8 miliar.

Selanjutnya, asing juga tercatat memborong saham-saham emiten emas, baik milik swasta seperti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), maupun milik negara seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Tak ketinggalan, PT United Tractors Tbk (UNTR) dan induknya PT Astra International Tbk (ASII) juga diserbu investor asing, dengan total net buy mencapai Rp455,1 miliar.

Di pasar negosiasi, asing terlihat memborong saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) hingga Rp2,55 triliun seiring masuknya investor asing baru.

Namun, di sisi lain, asing terlihat melego dua saham terafiliasi Grup Bakrie—PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA)—serta dua bank besar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di pasar reguler dalam sepekan terakhir.

Berikut adalah top net buy dan net sell asing di pasar reguler sepanjang periode 15-19 Desember 2025.

5 Top Net Buy

Emiten

Net Buy Value

BMRI

Rp853,8 miliar

EMAS

Rp241,3 miliar

UNTR

Rp228,5 miliar

ANTM

Rp227,0 miliar

ASII

Rp226,6 miliar

5 Top Net Sell

Emiten

Net Sell Value

BUMI

Rp888,9 miliar

DEWA

Rp455,3 miliar

BBRI

Rp299,2 miliar

BBCA

Rp292,2 miliar

WIFI

Rp219,2 miliar

(ZH)