IHSG naik 1,5% didukung semua sektor saat bursa Asia tertekan
Kamis, 30 Juli 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,56% atau 94,98 poin ke 6.186,36 pada perdagangan Kamis (30/7), mengakhiri reli penurunan 6 hari terakhir.
Nilai total transaksi di pasar saham mencapai Rp12,62 triliun, yang termasuk transaksi di pasar reguler Rp11,28 triliun dan pasar negosiasi Rp1,33 triliun.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali mencatat transaksi terbesar yaitu Rp1,15 triliun, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp974 miliar. Namun harga saham TPIA turun 4,09% dan BBCA naik 2,79%.
Sebanyak 495 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat, 158 saham melemah, dan 136 saham stagnan.
Seluruh indeks sektoral juga menguat, dipimpin kenaikan sektor konsumer cyclical yang mencapai 2,25%.
Analis Phintraco menilai saat ini IHSG telah bertahan di atas level MA5, MA20, MA50, dan berhasil bertahan di atas level 6.000. Indikator lain seperti Stochastic RSI dan mendekati area oversold, serta mengalami golden cross.
“Sehingga diperkirakan IHSG melanjutkan penguatan menguji level 6.200-6.250 pada perdagangan Jumat,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, IHSG mencatat kinerja terbaik di antara indeks saham lain. SET Thailand turun 1,93% dan KOSPI turun 1,23%.
Namun nilai tukar rupiah kembali melemah 0,21% ke level Rp18.111 per dolar Amerika Serikat (AS), meskipun indeks dolar telah melemah 0,04%. (KR)