Goldman Sachs: Hedge fund Asia catat kerugian bulanan terbesar
Jumat, 31 Juli 2026
HONG KONG — Koreksi saham kecerdasan buatan (AI) memicu kerugian bulanan terbesar bagi hedge fund saham Asia, setelah menghapus sebagian besar keuntungan sejak awal tahun.
Dikutip dari Reuters, Goldman Sachs mencatat hedge fund fundamental long-short yang berfokus di Asia merosot rata-rata 18,6% sepanjang Juli hingga 28 Juli 2026. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak bank tersebut mulai melacak kinerjanya.
Pada paruh pertama tahun ini, hedge fund Asia menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di dunia berkat reli saham AI. Sejumlah dana mencatat imbal hasil lebih dari 100% setelah lebih dulu mengoleksi saham produsen chip Korea Selatan, seperti SK Hynix dan Samsung Electronics.
Namun, reli tersebut berbalik. Goldman Sachs mencatat keuntungan hedge fund Asia sejak awal tahun menyusut sekitar 21 poin persentase dari puncaknya yang mencapai 40% pada 22 Juli 2026.
Goldman Sachs menyebut posisi besar di saham AI kini menjadi penyebab utama merosotnya kinerja hedge fund Asia. Semakin besar eksposur dana terhadap sektor AI, semakin dalam pula kerugiannya.
Tekanan juga melanda saham semikonduktor Asia. Saham-saham chip di kawasan itu melemah pekan ini dengan Korea Selatan memimpin aksi jual setelah investor mulai mempertanyakan besarnya belanja AI serta melakukan pelepasan posisi berleverage.
Indeks Kospi Korea Selatan anjlok hampir 11% pada Selasa (28/7), menjadi penurunan harian terbesar dalam sekitar lima bulan.
Di tengah gejolak pasar, hedge fund memilih merealisasikan keuntungan dan mengurangi risiko. Goldman Sachs mencatat hedge fund Asia memangkas eksposur selama delapan hari perdagangan berturut-turut hingga 27 Juli 2026.
Bank investasi tersebut juga menyebut aksi pengurangan posisi dalam lima hari terakhir menjadi yang terbesar yang pernah tercatat.
Aksi jual terutama terjadi di saham Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan China.
"Dari sisi kapitalisasi pasar, ini merupakan pelepasan posisi terbesar yang pernah kami lihat," kata Manajer Portofolio Saham Asia M&G Investments Vikas Pershad.
Menurut Pershad, tingginya volume perdagangan yang mendorong reli saham AI kini justru mempercepat penurunan ketika investor melepas posisinya.(ARF)