Bundesbank: Jerman alami desifit anggaran terbesar sejak reunifikasi

Senin, 22 Desember 2025

image

Jakarta – Jerman diperkirakan akan mencatat defisit anggaran terbesar sejak reunifikasi Jerman Timur dan Barat lebih dari tiga dekade lalu.

Bank sentral Jerman, Bundesbank, memperingatkan tekanan fiskal yang kian meningkat di tengah perlambatan ekonomi dan lonjakan kebutuhan belanja negara.

Dalam laporan terbarunya, Bundesbank menyebut defisit anggaran federal berpotensi melonjak seiring melemahnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya beban subsidi energi, serta kebutuhan pembiayaan program sosial dan pertahanan. Kondisi ini menandai tantangan serius bagi disiplin fiskal Jerman yang selama ini dikenal ketat.

Seperti dikutip reuters.com, Jumat (19/12), defisit tersebut diperkirakan melampaui level yang tercatat pada periode krisis sebelumnya, mencerminkan tekanan struktural yang dihadapi ekonomi terbesar di Eropa itu.

Lemahnya penerimaan pajak akibat stagnasi ekonomi turut mempersempit ruang fiskal pemerintah.

Bundesbank menegaskan bahwa tanpa langkah penyesuaian kebijakan, tekanan terhadap anggaran negara berisiko berlanjut dalam jangka menengah. Situasi ini juga dapat memicu perdebatan baru mengenai aturan rem utang (debt brake) yang selama ini membatasi defisit fiskal Jerman.

Lonjakan defisit Jerman berpotensi berdampak luas, tidak hanya bagi stabilitas ekonomi domestik, tetapi juga bagi kawasan Eropa, mengingat peran sentral negara tersebut dalam perekonomian Uni Eropa. (GA)