Kontribusi Pegadaian dan BSI melonjak, laba bersih HRTA meroket 100,9%
Jumat, 31 Juli 2026
JAKARTA - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan laba bersih sebesar Rp700,01 miliar pada semester I 2026, tumbuh 100,86% dari Rp348,51 miliar pada semester I 2025.
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan, Jumat (31/7), melonjaknya laba bersih Perseroan didukung oleh penjualan Perseroan sebesar Rp33,81 triliun pada semester I 2026, melonjak 124,61% dari Rp15,05 triliun pada semester I 2025.
Mayoritas pendapatan HRTA berasal dari segmen penjualan perhiasan dan logam mulia yang menyumbang Rp33,69 triliun, atau sekitar 99,66% dari total penjualan bersih.
Di dalam segmen tersebut, penjualan melalui grosir lokal masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp30,20 triliun, melonjak 149,86% dibandingkan Rp12,09 triliun pada semester I-2025.
Sementara itu, penjualan melalui toko lokal meningkat 22,44% menjadi Rp3,48 triliun, sedangkan penjualan ekspor berkontribusi Rp9,10 miliar.
Selain bisnis utama tersebut, HRTA membukukan pendapatan lain sebesar Rp113,53 miliar.
Sebagian besar berasal dari bunga pinjaman dan administrasi usaha gadai yang tumbuh 83,10% secara tahunan menjadi Rp111,48 miliar. Sedangkan pendapatan jasa pemurnian emas mencapai Rp2,05 miliar.
Kinerja penjualan HRTA juga ditopang oleh kontribusi tiga pelanggan utama yang secara total menyumbang Rp27,16 triliun, atau sekitar 80,34% dari total penjualan bersih perseroan.
Kontributor terbesar berasal dari PT Pegadaian Galeri Dua Empat dengan nilai transaksi Rp14,75 triliun atau setara 43,65% dari total penjualan.
Selanjutnya PT Pegadaian menyumbang Rp6,75 triliun atau 19,96%, sementara PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mencatat pembelian Rp5,66 triliun atau 16,73% dari total penjualan, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp93,19 miliar.
Peningkatan profitabilitas juga tercermin pada laba per saham (EPS) yang naik menjadi Rp152,00 per saham dibandingkan Rp75,68 per saham pada semester I 2025, atau meningkat sekitar 100,84%.Dari sisi neraca, hingga 30 Juni 2026 total aset Perseroan tercatat sebesar Rp11,35 triliun, menurun sekitar 9,93% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp12,60 triliun.
Sementara itu, jumlah liabilitas turun 18,86% menjadi Rp7,60 triliun dari Rp9,37 triliun pada akhir 2025.
Penurunan liabilitas tersebut diikuti peningkatan ekuitas menjadi Rp3,75 triliun dari Rp3,23 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
Dari sisi kinerja saham, pada perdagangan sesi satu hari ini, Jumat (31/7), hingga pukul 09.36 WIB, harga saham HRTA naik 1,07% ke level Rp1.885 per lembar.
Dalam sebulan terakhir saja, saham HRTA melonjak hingga 11,87% dan sejak awal 2026 anjlok 12,33%. (DK)