Jet tempur F-35A USAF tiba di Karibia perkuat tekanan ke Venezuela

Senin, 22 Desember 2025

image

WASHINGTON - Jet tempur siluman F-35A milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dari 158th Fighter Wing, Vermont Air National Guard, telah tiba di bekas pangkalan Angkatan Laut Roosevelt Roads di Puerto Rico.Kehadiran jet ini merupakan bagian dari Operation Southern Spear, yang menandai peningkatan signifikan kekuatan militer AS di kawasan Karibia untuk menekan pemerintahan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.Media The War Zone (TWZ) sebelumnya melaporkan pengerahan F-35A tersebut. Kedatangan jet-jet ini terekam dalam video dan foto yang diambil oleh para pengamat pesawat, sementara pihak Vermont National Guard belum memberikan pernyataan resmi.F-35A menjadi jet tempur taktis pertama USAF yang beroperasi di Karibia dalam rangka operasi ini, mengutip dari twz.com.Pesawat tersebut memiliki kemampuan membawa bom berpemandu kelas 2.000 pon di ruang senjata internalnya, sehingga mampu menyerang target jauh di dalam wilayah udara Venezuela.Kemampuan ini melampaui F-35B milik Korps Marinir AS yang sebelumnya dikerahkan ke Puerto Rico, yang terbatas membawa senjata kelas 1.000 pon secara internal, serta memiliki jangkauan dan kelincahan yang lebih rendah.Kehadiran F-35A memperkuat armada udara AS yang telah lebih dulu berkumpul untuk Operation Southern Spear, termasuk pesawat combat search and rescue (CSAR), pesawat peperangan elektronik E/A-18G Growler, drone MQ-9 Reaper, pesawat tempur darat AC-130 Ghostrider, serta berbagai jenis helikopter.Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas penerbangan militer AS di sekitar Venezuela juga meningkat.Sebuah pesawat E-3 Sentry AWACS terpantau oleh situs pelacak penerbangan FlightRadar24 terbang dekat pesisir Venezuela.Selain itu, pesawat tempur F/A-18E Super Hornet Angkatan Laut AS terdeteksi melakukan manuver berulang di tepi luar wilayah udara utara Venezuela.Dua Growler, dua Super Hornet tambahan, serta pesawat peringatan dini E-2D Advanced Hawkeye juga tercatat terbang di kawasan tersebut.Tak hanya dari udara, kekuatan laut AS turut dikerahkan. Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, saat ini berada di Karibia dengan membawa empat skuadron F/A-18 Super Hornet, satu skuadron Growler, skuadron E-2D Advanced Hawkeye, helikopter MH-60S dan MH-60R Seahawk, serta pesawat logistik C-2A Greyhound.Pengerahan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan militer dan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela.Pada Sabtu lalu, personel AS kembali menaiki sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela, menyusul kebijakan blokade terhadap tanker yang masuk daftar sanksi.Sebelumnya, AS telah menyita tanker M/T Skipper dalam operasi yang dipimpin Penjaga Pantai AS dengan dukungan militer.Meski langkah lanjutan Washington terhadap Venezuela masih belum jelas, kedatangan F-35A dari Vermont memberikan Presiden Trump opsi kemampuan militer yang lebih luas dalam menghadapi situasi tersebut. (DK)