Korut tuding NATO siapkan perang lewat jaringan logistik BBM

Sabtu, 01 Agustus 2026

image

JAKARTA - Korea Utara menuduh NATO tengah mempersiapkan perang melalui rencana perluasan infrastruktur pasokan bahan bakar militer di Eropa.

Seperti dikutip Reuters, dalam komentar yang dimuat kantor berita pemerintah KCNA pada Sabtu (1/8), Korea Utara mengkritik Fuel Supply Chain Capability Programme Plan milik NATO.

Program tersebut disebut akan menghubungkan jaringan distribusi bahan bakar sepanjang sekitar 10.000 kilometer di Eropa Barat dengan negara-negara anggota NATO di kawasan Eropa Timur dan Eropa Utara.

KCNA menilai proyek tersebut menjadi bagian dari persiapan militer NATO untuk menghadapi konflik di masa depan. Namun, media pemerintah Korea Utara itu tidak menyertakan bukti yang mendukung klaim bahwa jaringan tersebut dirancang untuk menunjang operasi militer di luar kawasan Eropa.

Di sisi lain, NATO menyatakan penguatan kemampuan pertahanan dan pencegahannya dilakukan sebagai respons atas invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 2022.

Selama ini Korea Utara juga secara konsisten mengkritik kerja sama militer antara Amerika Serikat, Korea Selatan, dan negara-negara lain, termasuk anggota NATO.

Hubungan militer antara Korea Utara dan Rusia semakin erat setelah kedua negara menandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif pada Juni 2024. Kesepakatan tersebut mencakup komitmen pertahanan bersama.

Berdasarkan perkiraan, Korea Utara mengirim sekitar 14.000 personel militer ke wilayah Kursk, Rusia, pada 2024 untuk membantu pasukan Rusia menghadapi serangan besar yang dilancarkan Ukraina di kawasan tersebut dalam konflik yang masih berlangsung.(DH)