Galaxy Digital: Prospek bitcoin 2026 penuh ketidakpastian
Senin, 22 Desember 2025

JAKARTA - Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, menilai tahun 2026 berpotensi menjadi salah satu periode paling sulit untuk memprediksi arah harga bitcoin, meski perusahaan tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang aset kripto tersebut.
Dalam unggahan di platform X pada 21 Desember, Thorn menyebut 2026 sebagai tahun yang terlalu kacau untuk diprediksi. Ia menunjuk kombinasi ketidakpastian makroekonomi, risiko politik, serta momentum pasar kripto yang belum merata sebagai faktor utama.
Pernyataan itu merujuk pada laporan Galaxy Research bertajuk “26 Crypto, Bitcoin, DeFi, and AI Predictions for 2026” yang dirilis pada 18 Desember.
Menurut Thorn, pasar kripto secara keseluruhan saat ini masih berada dalam fase bearish, dengan bitcoin kesulitan membangun kembali momentum penguatan yang berkelanjutan. Selama harga belum mampu bertahan kuat di atas kisaran US$100.000–US$105.000, risiko penurunan masih tetap terbuka.
Ketidakpastian tersebut juga tercermin di pasar derivatif. Harga opsi bitcoin, kata Thorn, menunjukkan probabilitas yang hampir seimbang untuk berbagai skenario ekstrem.
Pelaku pasar menilai peluang harga berada di sekitar US$70.000 atau US$130.000 pada pertengahan 2026 relatif sama, sementara untuk akhir tahun, kisarannya bahkan melebar antara US$50.000 hingga US$250.000.
Pasar opsi yang kerap digunakan investor institusi untuk lindung nilai ini mengindikasikan bahwa pelaku profesional lebih bersiap menghadapi volatilitas besar ketimbang arah tren yang jelas.
Meski demikian, Thorn melihat adanya perubahan struktural di balik ketidakpastian jangka pendek.
Ia mencatat volatilitas jangka panjang bitcoin cenderung menurun, sebagian dipicu oleh meningkatnya strategi institusional seperti options overwriting dan program penciptaan imbal hasil, yang secara alami menekan pergerakan harga ekstrem.
Perubahan tersebut juga terlihat dari pola volatility smile bitcoin. Perlindungan terhadap risiko penurunan kini dihargai lebih mahal dibanding eksposur kenaikan, sebuah karakteristik yang lebih lazim ditemui pada aset makro matang seperti saham dan komoditas, bukan pasar bertumbuh tinggi.
Bagi Thorn, kemungkinan tahun 2026 yang bergerak mendatar atau relatif “membosankan” tidak akan merusak tesis jangka panjang bitcoin.
Bahkan jika harga melemah atau mendekati level teknikal jangka panjang seperti rata-rata pergerakan 200 pekan, ia memperkirakan adopsi institusional dan pendewasaan pasar tetap berlanjut.
Keyakinan Galaxy Digital bertumpu pada integrasi institusional yang semakin dalam. Dalam laporan 18 Desember, perusahaan menilai platform alokasi aset besar berpotensi memasukkan bitcoin ke dalam portofolio model standar.
Langkah ini akan menjadikan bitcoin bagian dari strategi investasi default, bukan sekadar keputusan taktis sesaat.
Inklusi tersebut diperkirakan mendorong arus dana yang konsisten ke bitcoin tanpa terlalu bergantung pada siklus pasar. Galaxy meyakini bahwa adopsi struktural, alih-alih volatilitas jangka pendek, akan menjadi penentu arah pasar hingga 2027 dan seterusnya.
Thorn juga menilai meluasnya akses institusional, potensi pelonggaran kebijakan moneter, serta meningkatnya kebutuhan terhadap alternatif mata uang fiat dapat menempatkan bitcoin pada jalur serupa emas sebagai lindung nilai terhadap pelemahan nilai uang.
Galaxy Digital memproyeksikan harga bitcoin berpotensi mencapai US$250.000 pada akhir 2027. (DK)