Perusahaan China bantah tuduhan SpaceX nyaris tabrak satelit Starlink

Senin, 22 Desember 2025

image

TIONGKOK - Sebuah insiden nyaris tabrakan di luar angkasa memicu silang pendapat antara SpaceX dan perusahaan peluncur satelit asal China, CAS Space.

Insiden tersebut terjadi ketika sebuah satelit China yang baru diluncurkan dilaporkan melintas hanya beberapa ratus meter dari salah satu satelit Starlink yang beroperasi di orbit rendah Bumi.

SpaceX menuding kurangnya koordinasi sebagai penyebab utama. Wakil Presiden Starlink Engineering, Michael Nicolls, menyatakan bahwa operator satelit China tidak membagikan data posisi (ephemeris), sehingga berisiko menimbulkan pendekatan berbahaya di orbit.“Ketika operator satelit tidak berbagi data orbit, pendekatan berbahaya bisa terjadi,” tulis Nicolls di media sosial.

Dilansir timesofindia.indiatimes.com, Ia mengungkapkan bahwa sembilan satelit diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut tanpa koordinasi atau proses dekonfliksi dengan satelit yang sudah ada.

Salah satu satelit tersebut disebut melintas sejauh sekitar 200 meter dari Starlink-6079 di ketinggian 560 kilometer.Pada hari yang sama, CAS Space melaporkan keberhasilan peluncuran sembilan satelit menggunakan roket Kinetica-1/Lijian-1.

Muatan tersebut terdiri dari enam satelit China, dua satelit hasil kerja sama dengan klien dari Uni Emirat Arab dan Mesir, serta satu satelit buatan mahasiswa dari Nepal.Menanggapi pernyataan SpaceX, CAS Space menyampaikan kepada PCMag bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Nicolls untuk mempelajari lebih lanjut dugaan insiden tersebut.

Perusahaan menegaskan komitmennya terhadap penggunaan ruang angkasa yang bertanggung jawab dan menilai kerja sama internasional sebagai kunci keselamatan orbit.“Kami memprioritaskan penggunaan dan berbagi ruang angkasa secara bertanggung jawab. Situasi seperti ini menunjukkan pentingnya negara-negara bekerja sama dan membangun pemahaman bersama, bukan justru saling memisahkan,” ujar CAS Space.CAS Space juga menegaskan bahwa sebagai penyedia layanan peluncuran, tanggung jawab mereka berakhir setelah satelit berhasil dilepaskan di orbit.

Perusahaan tidak memiliki kendali atas manuver satelit setelah itu. Meski demikian, CAS Space menyatakan siap membantu demi mencegah potensi tabrakan.“Prioritas pertama kami adalah mengidentifikasi kronologi kejadian secara akurat. Satelit mana yang terlibat? Apakah insiden terjadi saat proses pemisahan atau saat manuver orbit? Setelah itu jelas, kami dapat memberikan bantuan yang diperlukan,” lanjut perusahaan.Selain itu, CAS Space menegaskan seluruh peluncurannya telah melalui proses wajib sinkronisasi dengan sistem pemantauan ruang angkasa berbasis darat untuk menghindari risiko tabrakan dengan satelit atau puing antariksa yang sudah terdeteksi.“Kinetica-1 Y11 diluncurkan pada pukul 04:03:45 UTC ke orbit sinkron matahari di ketinggian 550 km. Proses pemisahan satelit berjalan normal dan tidak ada risiko tabrakan yang dilaporkan selama tahap peluncuran,” tegas CAS Space. (DK)