CEO ASML Christophe Fouquet: Sengketa Belanda vs China tak berpengaruh
Senin, 17 November 2025

JAKARTA - CEO ASML Holding NV, Christophe Fouquet, menegaskan bahwa ketegangan antara Belanda dan China tidak mempengaruhi kinerja ASML. Sengketa itu mencuat setelah pemerintah Belanda mengambil alih Nexperia karena kekhawatiran terkait transfer teknologi.
“Hal ini tidak akan mempengaruhi bisnis ASML dalam jangka pendek,” ujarnya dalam wawancara televisi Belanda seperti dikutip Reuters, Senin (17/11).
Langkah penyitaan tersebut memicu ketegangan antara operasi Nexperia di Eropa dan fasilitasnya di China, serta mengganggu rantai pasok chip yang vital bagi industri otomotif global. Fouquet menilai komunikasi diperlukan agar situasi tidak semakin memburuk, dan menyebut kali ini mungkin terjadi sebaliknya.
Delegasi Belanda dijadwalkan mengunjungi China pekan depan untuk meredakan situasi, sementara Fouquet tetap optimistis bahwa fase terburuk sudah berlalu. Ketegangan ini berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran Barat atas perluasan pengaruh teknologi China, termasuk langkah-langkah untuk membatasi akses Beijing terhadap teknologi canggih.
Di sisi lain, ASML tetap menegaskan komitmennya pada pasar China, yang terus tumbuh karena permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan. Namun, perusahaan menghadapi sorotan dari anggota parlemen AS mengenai dugaan kontribusinya dalam memperkuat kemampuan semikonduktor China potensi yang bisa memicu aturan ekspor baru.
Berdasarkan Edge Stock Rankings dari Benzinga, saham ASML berada pada nilai persentil ke-8, bersaing dengan pemain besar sektor chip seperti Nvidia.
Profil singkat ASML: