Vietnam dirikan International Financial Center
Senin, 22 Desember 2025

JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh, meresmikan International Financial Center (IFC) dalam sebuah konferensi pada Minggu (21/12) pekan lalu sebagai langkah penguatan integrasi dan pembangunan Vietnam.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga memperkenalkan Dewan Koordinasi IFC yang diketuai oleh Wakil Perdana Menteri Tetap Nguyen Hoa Binh.
Mengutip e.vnexpress.net, PM Vietnam menegaskan bahwa pembentukan IFC memiliki makna khusus, yaitu sebagai menjadi titik balik setelah 40 tahun reformasi Doi Moi (Pembaharuan) Vietnam.
Selain itu, menurutnya, kebutuhan akan IFC ini berdasar pada potensi, keunggulan, dan visi jangka panjang Vietnam untuk mencapai pertumbuhan cepat dan berkelanjutan.
IFC diharapkan menjadi pilihan strategis sekaligus solusi efektif di tengah restrukturisasi arus investasi global, sejalan dengan ambisi Vietnam untuk naik kelas di era kebangkitan nasional.
Meski demikian, Pham Minh Chinh menegaskan bahwa Vietnam tidak berniat bersaing langsung dengan pusat keuangan internasional lain di kawasan maupun dunia.
IFC akan memiliki kebijakan dan mekanisme tersendiri yang akan membantu menciptakan model ekosistem keuangan yang saling melengkapi dan terhubung satu sama lain, serta efisien dan berkelanjutan.
PM Chinh menyebut peluncuran IFC menandai dimulainya fase baru inovasi pasar keuangan dalam negeri, baik dari sisi skala, kualitas, maupun efisiensi, yang akan berdampak luas ke seluruh sektor ekonomi.
Utamanya, keberadaan IFC diharapkan dapat meningkatkan posisi Vietnam di kancah global, serta menjadikan negara tersebut sebagai bagian penting dalam jaringan keamanan keuangan global.
Pendirian IFC tersebut juga diproyeksikan akan membuka terobosan pembiayaan infrastruktur strategis dengan biaya rendah tanpa menambah beban utang publik.
Dengan demikian, IFC dapat menjadi platform yang membantu pelaku usaha Vietnam untuk berekspansi ke pasar internasional dan mengadopsi standar tata kelola terbaik dunia.
PM Chinh juga mengungkapkan harapannya agar IFC dapat menghasilkan inovasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan teknologi modern.
Hal ini semakin didorong oleh tekanan persaingan global, yang menurutnya, akan mempercepat reformasi administrasi menuju transparansi dan digitalisasi yang lebih menyeluruh.
PM Chinh mengajak partisipasi dari pihak kementerian, pimpinan sektor terkait, serta pemerintah daerah Ho Chi Minh City dan Da Nang, hingga para pelaku usaha dan investor untuk mendukung pengembangan IFC.
Untuk mendukung para investor lintasnegara bekerja, bahkan menetap di Vietnam, PM Chinh menekankan pentingnya reformasi birokrasi menjadi lebih melayani, selaras dengan pembangunan infrastruktur sosial-ekonomi berstandar internasional.
Di sisi lain, untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan finansial dan keamanan sistem, otoritas pengawas diminta bekerja secara independen dan transparan, serta mendorong masuknya teknologi tinggi dan standar tata kelola modern ke Vietnam.
PM Chinh juga mengungkapkan dukungannya bagi pelaku usaha dalam negeri. Ia meminta pengusaha Vietnam agar tetap solid dalam menghadapi tantangan, sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.
Dengan demikian, ia pun optimis bahwa IFC akan menjadi landasan bagi lanskap bisnis Vietnam untuk menembus pasar regional dan global. (DK/ZH)