Harga masih di bawah Rp2.000, dua direktur Indosat borong saham
Selasa, 04 Agustus 2026
JAKARTA – Dua direktur PT Indosat Tbk (ISAT), Vikram Sinha dan Irsyad Syahroni, tercatat menambah porsi kepemilikannya di dalam Perseroan pada 30 Juli 2026.
Berdasarkan laporan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Vikram Sinha, Direktur Utama Indosat, memborong sekitar 3,1 juta lembar saham dalam tujuh transaksi terpisah pada akhir Juli 2026, dengan rentang harga Rp1.910 – 1.950 per lembar.
Menggelontorkan sekitar Rp5,99 miliar dalam transaksi ini, Vikram meningkatkan porsi sahamnya menjadi 14,26 juta lembar, atau setara dengan 0,04%.
Sementara itu, di hari yang sama (30/7), Irsyad Syahroni, Direktur sekaligus Chief Human Resources Officer Indosat, tercatat memborong 1 juta lembar saham Perseroan dalam delapan transaksi terpisah.
Dengan rentang harga pembelian Rp1.900 – 1.960 per lembar, Irsyad Syahroni menggelontorkan Rp1,92 miliar dan meningkatkan porsi kepemilikan menjadi 0,008%.
Sebagai catatan, aksi borong saham ini dilakukan di tengah merosotnya harga saham Indosat hingga ke bawah level Rp2.000 sejak awal Juni 2026 lalu.
Harga saham Indosat memang telah merosot hingga 19,49% ke level Rp1.900 pada perdagangan akhir Juli 2026. Namun, harganya kini mulai merangkak naik – bahkan lompat 3,15% ke level Rp1.965 per lembar pada pukul 11.30 WIB, Selasa (4/8).
Dengan level harga tersebut, saham Indosat diperdagangkan dengan price-to-earnings (P/E) ratio disetahunkan 7,37x—di bawah PER industri sebesar 12,88x—dan price-to-book value (PBV) sebesar 1,71x.
Hingga akhir Juni 2026, IDNFinancials juga melaporkan laba bersih Indosat yang berhasil melonjak 84,5% secara tahunan, dengan ARPU yang naik 17,95% menjadi Rp46.000. (ZH)