Arus dana asing menopang IHSG, rupiah melemah sepekan

Selasa, 23 Desember 2025

image

JAKARTA – IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Selasa (23/12), ditopang likuiditas domestik dan asing yang terjaga, meski rupiah melemah dalam sepekan terakhir.

Pada perdagangan Senin kemarin, IHSG ditutup menguat 0,42% ke level 8.645,84. Penguatan ini didukung net foregin buy atau pembelian bersih investor asing sebesar Rp1,34 triliun di seluruh pasar.

Dari sisi teknikal, analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih di bawah level MA5, namun telah berada di atas level MA20. Sedangkan Stochastic RSI masih berada di area oversold, yang diikuti dengan kenaikan volume beli. 

"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak menguat menguji level 8.680-8.700," jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan pagi ini.

Sementara itu analis BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG awal pekan ini mendapat dukungan dari rilis data M2 Money Supply Indonesia, yang mencatatkan level tertinggi dalam hampir 3 tahun terakhir.

"Mencerminkan likuiditas yang masih terjaga," jelas analis BRI Danareksa Sekuritas, yang memperkirakan arah IHSG selanjutnya akan mencermati kenaikan harga emas dan rilis data ekonomi mancanegara, dengan perkiraan resistance di 8.660 dan support 8.600.

Di sisi lain, analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai IHSG juga mendapat sentimen positif dari penguatan indeks Wall Street, yang kembali menguat awal pekan ini. 

"Namun, tren pelemahan rupiah terhadap USD masih membayangi pasar sebagai katalis negatif," jelas analis CGS International, yang memperkirakan IHSG akan cenderung menguat pada kisaran support 8.562/8.478 dan resist 8.730/8.815.

Sejak pertengahan Desember,  nilai tukar rupiah  telah turun 0,73% ke Rp16.768 per dolar Amerika Serikat (AS).  Padahal di rentang yang sama, indeks dolar AS (DXY) juga turun 0,23% ke 98,17. (KR)