Defisit dagang Vietnam sentuh US$3,59 miliar pada Juli 2026

Rabu, 05 Agustus 2026

image

HANOI — Defisit dagang Vietnam melebar menjadi US$3,59 miliar pada Juli 2026, naik dari US$2,64 miliar pada Juni 2026. Kenaikan biaya impor energi menjadi salah satu faktor yang mendorong pelebaran defisit tersebut.

Dikutip dari Reuters, Biro Statistik Nasional Vietnam (NSO) juga melaporkan inflasi tahunan pada Juli turun menjadi 4,45% dari 4,69% pada Juni.

Ekspor barang Vietnam pada Juli naik 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi US$53 miliar. Sementara itu, impor melonjak 41% menjadi US$56,67 miliar.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, nilai ekspor meningkat 21,7% secara tahunan menjadi US$320 miliar. Di sisi lain, impor tumbuh lebih tinggi, yakni 34,8%, menjadi US$340 miliar.

Kondisi tersebut membuat defisit dagang Vietnam mencapai US$20,5 miliar. Nilai tersebut melampaui rekor defisit perdagangan tahunan sebelumnya yang sekitar US$18 miliar pada 2008.

Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih dari 10% tahun ini. Namun, Vietnam masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari defisit dagang yang terus melebar, tekanan inflasi, hingga penyelidikan Amerika Serikat terkait kelebihan kapasitas produksi dan dugaan pelanggaran hak kekayaan intelektual.

Selain itu, sejak 24 Juli 2026, Amerika Serikat mengenakan tarif baru sebesar 12,5% terhadap produk asal Vietnam. Kebijakan tersebut diterapkan setelah Washington menilai Vietnam belum efektif dalam mencegah ekspor barang yang diproduksi dengan mempekerjakan tenaga kerja paksa. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Vietnam.

Impor Energi

Laporan NSO menunjukkan kenaikan biaya impor energi turut meningkatkan tagihan impor Vietnam tahun ini.

Selama Januari hingga Juli 2026, volume impor minyak mentah turun 11,9%. Namun, nilainya justru meningkat 18%.

Sementara itu, volume impor bahan bakar olahan naik 6%. Nilai impornya melonjak 67,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di tengah tekanan tersebut, arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke Vietnam tetap tumbuh. Nilainya mencapai US$15,2 miliar pada Januari-Juli 2026 atau meningkat 11,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

NSO juga melaporkan inflasi tahunan Vietnam pada Juli sebesar 4,45%, sedikit di bawah target inflasi pemerintah sebesar 4,5% untuk 2026.

Dari sisi aktivitas ekonomi, produksi industri pada Juli tumbuh 14,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan ritel juga meningkat 14,5% pada periode yang sama. (ARF)