Kontribusi Cititrans tumbuh pesat, laba Blue Bird masih merosot 4,4%
Rabu, 05 Agustus 2026
JAKARTA – PT Blue Bird Tbk (BIRD), operator taksi Bluebird dan Silverbird, mencatatkan laba bersih kembali merosot 4,44% secara tahunan menjadi Rp320,56 miliar pada akhir Juni 2026.
Namun, secara kuartalan, kinerja laba bersih Perseroan di kuartal II 2026 justru naik 6,16%, dari Rp155,49 miliar menjadi Rp165,07 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru Blue Bird, pendapatan Perseroan tercatat mampu tumbuh 11,28% secara tahunan menjadi Rp2,97 triliun hingga akhir semester I 2026.
Layanan taksi masih mewakili 69,71% dari total pendapatan Perseroan per Juni 2026, atau setara dengan Rp2,07 triliun. Segmen ini juga menunjukkan pertumbuhan hingga 11,42%.
Di sisi lain, menurut keterangan resmi Perseroan, layanan shuttle melalui Cititrans menjadi segmen layanan non-taksi dengan pertumbuhan tercepat.
“Didukung peningkatan ketersediaan armada, optimalisasi rute, serta tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah,” jelas manajemen Blue Bird, dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials, Selasa (4/8).
Selain itu, permintaan dari segmen korporasi juga turut mendorong kinerja layanan Big Bird serta bisnis rental Perseroan.
Hal ini membuat kontribusi layanan non-taksi meningkat hingga 10,95% menjadi Rp899,98 miliar, atau setara dengan 30,29% pendapatan Blue Bird per Juni 2026.
Sebagai catatan, kenaikan pendapatan juga mendongkrak arus kas dari kegiatan operasi, terutama kas dari pengemudi yang melonjak 2,65 kali lipat secara tahunan menjadi Rp4,40 miliar, sementara kas dari pelanggan naik 11,11% menjadi Rp2,91 triliun.
Meski pendapatan tumbuh subur hingga Juni 2026, Blue Bird mencatatkan beban langsung yang membengkak 15,11%, serta beban usaha yang melonjak 14,02%.
Hal ini menekan kinerja laba bersihnya secara tahunan, sehingga akibatnya, margin laba bersih juga tercatat merosot, dari 12,56% pada semester I 2025 menjadi 10,79% pada akhir semester I 2026.
“Memasuki paruh kedua tahun ini, kami akan terus memperkuat portofolio dengan layanan baru, meningkatkan produktivitas armada, serta menjalankan operasional secara disiplin," tegas Direktur Utama Blue Bird, Andre Djokosoetono, dalam siaran resmi.
Terkait perluasan portofolio layanan, Blue Bird baru meluncurkan Bluebird Prime pada 16 Juli 2026 lalu.
Layanan Bluebird dalam versi premium ini menggunakan tipe armada terbaru, berupa Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid EV dan BYD E6, dan kini sudah tersedia di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.
Hingga akhir Juni 2026, Perseroan mencatatkan total aset Rp10,08 triliun, dengan kas dan setara kas sebesar Rp1,36 triliun, dan ekuitas Rp6,23 triliun. (ZH)