Tabungan kelas menengah bawah RI makin tipis menurut LPS

Kamis, 28 Agustus 2025

image

JAKARTA – Pertumbuhan tabungan penduduk Indonesia yang ditempatkan di bank menunjukkan tren yang kontras antara simpanan tier terendah dan tertinggi pada Juli 2025.

Menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tren pergerakan pada tier terendah yaitu simpanan dengan nilai di bawah Rp100 juta, hanya tumbuh 4,76% pada Juli 2025.

Angka itu lebih rendah dari pertumbuhan pada Juni 2025 yang berada di level 4,89% dan Juli 2024 yang berada di 4,86%.

Pertumbuhan yang lebih lambat juga terjadi pada simpanan di bank untuk sejumlah tier lain, dari simpanan bernilai Rp100 juta hingga Rp2 miliar.

Di sisi lain, pertumbuhan simpanan di bank untuk tier Rp2-5 miliar terus meningkat hingga ke level 3,75%. Sementara pada simpanan tier di atas Rp5 miliar tumbuh paling pesat yaitu 9,45%.

Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner LPS, menilai simpanan lintas tier masih positif—dengan total keseluruhan simpanan tumbuh 6,95% pada Juli 2025.

Meskipun pertumbuhan paling kencang, kata Purbaya, terjadi pada simpanan dengan tier di atas Rp5 miliar.

“Ini pasti karena banyak perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam rekening di atas Rp5 miliar, ini mungkin mereka masih tunggu ekspansi sehingga mengumpulkan uangnya di perbankan,” kata Purbaya, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (28/8) kemarin.

“Kalau keadaan membaik, mungkin mereka akan mulai ekspansi bisnisnya lagi,” imbuh Purbaya.

Dalam pemaparannya, Purbaya juga menyampaikan penyesuaian Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan yang bisa dijamin oleh LPS, menyusul pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).

Sampai dengan Juli 2025, LPS mencatat ada 99,94% simpanan nasabah bank umum hingga Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang telah dijamin oleh LPS. Angka ini setara 15,71 juta rekening. (KR)