Pendapatan nyaris imbang, margin laba ACES masih tertinggal dari MDIY
Rabu, 05 Agustus 2026
JAKARTA – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) sama-sama mencatatkan pendapatan menembus Rp4,5 triliun pada akhir Juni 2026.
ACES membukukan penjualan bersih naik 6,32% secara tahunan menjadi sebesar Rp4,54 triliun pada akhir semester I 2026.
Di sisi lain, dengan langkah ekspansi yang agresif, MDIY mencatatkan penjualan Rp4,65 triliun per Juni 2026 dari ribuan tokonya, tumbuh 24,46%.
Meski pendapatan keduanya pada periode ini hanya berbeda 2,42%, namun margin laba ACES masih tertinggal dari MDIY hingga sekitar 4 poin persentase.
Hingga akhir Juni 2026, ACES membukukan laba bersih Rp390,3 miliar – dengan margin 8,6%, sedangkan MDIY mencatatkan Rp589,68 miliar, atau margin 12,69%.
Perbedaan margin keduanya juga sudah terlihat dari pos laba kotornya, dengan margin laba kotor ACES hanya sekitar 47,4%, sedangkan MDIY masih mampu menyentuh 52% dari pendapatan.
Selain itu, beban usaha ACES tercatat setara dengan 41,3% pendapatan Perseroan, lebih tinggi 7,5 poin persentase dari porsi beban usaha MDIY terhadap pendapatannya, yang hanya sekitar 33,8%.
Di antara beban tersebut, biaya karyawan menjadi komponen terbesar. Berdasarkan laporan keuangan keduanya, biaya gaji karyawan ACES memang secara signifikan lebih besar—mencapai Rp902,43 miliar—dibandingkan pos biaya gaji MDIY yang hanya Rp601,65 miliar.
Padahal, MDIY lebih agresif berekspansi, sehingga Perseroan kini mengelola total 1.349 toko MR DIY di seluruh Indonesia per akhir Juni 2026.
Sebagai perbandingan, ACES kini menaungi beberapa gerai ritel, termasuk AZKO, ATARU, Pendopo, NEKA, hingga Toys Kingdom.
Namun, AZKO tetap menjadi portofolio utama ACES dengan total 276 gerai per akhir semester I 2026, diikuti Toys Kingdom dengan 78 gerai, dan NEKA 20 gerai.
Persaingan baruDi sisi lain, baik AZKO maupun MR DIY akan menghadapi kompetisi baru di industri retail dengan kehadiran kembali ACE Hardware, yang akan dibawa oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) di pertengahan 2026.
Lisensi merek ACE Hardware di Indonesia sebelumnya dipegang oleh ACES sejak tahun 1996, sebelum berakhir pada Desember 2024 lalu.
Di sisi lain, MAPI mengakui bahwa bisnis ACE Hardware, yang fokus pada penjualan berbagai kebutuhan rumah tangga, merupakan segmen bisnis yang baru bagi MAP Group – yang identik dengan produk lifestyle, fashion, dan F&B.
“Jadi, kami tidak akan terlalu agresif,” tegas VP Sharma, Wakil Presiden Direktur dan CEO MAPI.
Oleh karena itu, Sharma menyebutkan bahwa gelombang ekspansi brand ACE Hardware akan diawali dengan skala yang moderat, yaitu pembukaan 5-7 toko, dimulai akhir Juli atau awal Agustus 2026. (ZH)