Harga emas tembus rekor tertinggi, perak ikut melonjak
Selasa, 23 Desember 2025

WASHINGTON - Harga emas melonjak lebih dari 2% ke level tertinggi sepanjang masa pada Senin.(22/12), didorong arus aset lindung nilai seiring memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela.Seperti dikutip reuters.com, kenaikan serupa juga terjadi pada perak yang mencetak rekor baru.Emas spot naik 2,2% ke posisi US$4.434,26 per ons pada pukul 13.54 waktu setempat (18.54 GMT), setelah sebelumnya menyentuh rekor intraday di US$4.441,92.Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 1,9% di level US$4.469,40 per ons.Analis Nemo.Money menilai dukungan jangka pendek datang dari meningkatnya tensi geopolitik antara AS dan Venezuela.Setelah beberapa sesi bergerak tepat di bawah rekor, harga emas dinilai mengalami penembusan naik yang didorong momentum bullish, terutama di tengah volume perdagangan liburan yang relatif tipis. Ia menambahkan, target psikologis berikutnya bagi emas berada di level US$5.000 tahun depan.Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan “blokade” terhadap seluruh kapal tanker minyak yang masuk dan keluar Venezuela yang berada di bawah sanksi.Sentimen positif bagi emas juga datang dari laporan CNBC yang menyebut Trump berpotensi menunjuk Ketua The Federal Reserve yang baru pada awal Januari, menggantikan Jerome Powell yang dijadwalkan pensiun pada pertengahan 2026.Pasar mencermati hal ini karena ketua baru diperkirakan akan lebih sejalan dengan dorongan Trump untuk pemangkasan suku bunga lanjutan.Sebagai aset safe haven, emas cenderung menguat di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 69%, mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak 1979, ditopang pembelian agresif bank sentral, meningkatnya permintaan lindung nilai, serta tren suku bunga yang lebih rendah.Perak spot turut menguat 1,9% ke US$68,40 per ons setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di US$69,44.Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak lebih dari 136%. Macquarie menyebut reli perak didorong defisit pasokan yang berkelanjutan serta meningkatnya permintaan impor dari India selama musim perayaan.Bank investasi tersebut memperkirakan harga perak rata-rata mencapai US$57 per ons pada 2026.Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama, sehingga membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.Logam mulia lainnya juga menguat. Platinum melonjak 5,4% ke US$2.079 per ons, level tertinggi dalam lebih dari 17 tahun, sementara palladium naik 2,1% ke US$1.748,84 per ons, mendekati level tertinggi dalam hampir tiga tahun. (DK)