Pemerintah lanjutkan penempatan dana Rp200 triliun di bank BUMN

Rabu, 05 Agustus 2026

image

JAKARTA — Pemerintah Indonesia akan memperpanjang penempatan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga Juli 2027. Kebijakan tersebut sebelumnya dijadwalkan berakhir pada akhir tahun ini. 

Namun, mengutip Reuters, Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa perpanjangan tersebut dilakukan untuk menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit.

Upaya tersebut juga diharapkan dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun ini.

Pasalnya, keputusan tersebut diambil di tengah perlambatan ekonomi Indonesia menjadi 5,3% pada kuartal II, dari 5,6% pada kuartal sebelumnya. Perlambatan dipicu oleh melemahnya konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

Pada Juni lalu, Purbaya mengumumkan tambahan penempatan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN. Tambahan itu membuat total dana yang akan ditempatkan pemerintah mencapai Rp400 triliun.

Sehari sebelum mengumumkan perpanjangan tersebut, Purbaya juga telah mengisyaratkan bahwa penempatan dana tersebut kemungkinan akan diperpanjang hingga tahun depan.

Selama ini, pemerintah mengelola cadangan kas melalui Bank Indonesia (BI). Namun, sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan pada September 2025, Purbaya memindahkan sebagian dana ke bank-bank BUMN karena menilai likuiditas perbankan belum memadai untuk mendukung ekspansi ekonomi.

Menurut sumber Reuters, kebijakan tersebut telah memicu perbedaan pandangan antara pemerintah dan Bank Indonesia selama beberapa bulan. Perbedaan tersebut bahkan sudah muncul sebelum Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri bulan lalu. (ARF/ZH)