China kecam laporan pertahanan tahunan Jepang
Sabtu, 05 September 2026
BEIJING — China melayangkan protes kepada Jepang atas buku putih pertahanan terbaru yang diterbitkan oleh Tokyo. Beijing menilai laporan tersebut membesar-besarkan ancaman dari China dan memuat komentar yang tidak berdasar mengenai Taiwan.
Dikutip dari Reuters, Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa Jepang tidak berhak mengomentari isu Taiwan karena merupakan urusan dalam negeri China.
"Cara menyelesaikan persoalan Taiwan sepenuhnya menjadi urusan rakyat China dan tidak boleh dicampuri pihak Jepang," demikian pernyataan kementerian tersebut.
China juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas militernya terkait Taiwan sah dan dilakukan sesuai kepentingan negaranya.
Dalam buku putih pertahanan yang dirilis Selasa (4/8), Jepang menyebutkan China semakin meningkatkan aktivitas militernya di area sekitar Taiwan. Laporan tersebut juga menyatakan keseimbangan kekuatan militer antara China dan Taiwan kini semakin menguntungkan Beijing.
Hubungan kedua negara memburuk setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November lalu menyatakan Jepang siap mengerahkan Pasukan Bela Diri jika serangan China terhadap Taiwan mengancam keamanan negaranya. Saat itu, Beijing mendesak Takaichi untuk menarik kembali pernyataannya yang dinilai tidak dapat diterima.
Pemerintah Jepang juga menggambarkan percepatan pembangunan kekuatan militernya bukan hanya untuk memperkuat pertahanan negara, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam buku putih tersebut, Tokyo menilai industri persenjataan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian.
Sebaliknya, China menuduh Jepang terus mempercepat remiliterisasi tanpa melakukan refleksi atas sejarah agresinya di masa lalu.
"Kami mendesak Jepang untuk berhenti mencari alasan untuk memperluas militernya dan tidak terus melangkah ke arah yang keliru," kata Kementerian Luar Negeri China. Beijing juga meminta masyarakat internasional menahan laju pembangunan militer Jepang. (ARF)