Teken kontrak peledakan tambang Rp1 triliun, saham OKAS meroket 18%
Kamis, 06 Agustus 2026
JAKARTA – PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) telah menandatangani dua kontrak kerja penyediaan solusi eksplosif senilai US$60 juta untuk tambang batu bara, atau setara dengan Rp1,1 triliun, berdasarkan nilai kurs Rp17.916 per US$.
Menurut keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8), dua kontrak tersebut merupakan keberlanjutan kerja sama serta perpanjangan kontrak yang telah terjalin sebelumnya. Keduanya adalah:
Sebagai catatan, kontrak ini diamankan melalui anak usaha OKAS, PT Kemitraan MNK BME (KMB).
KMB sendiri merupakan usaha patungan dari entitas anak OKAS, PT Multi Nitrotama Kimia, dengan PT BME Indonesia, perusahaan eksplosif tambang global di bawah naungan Omnia Group asal Afrika Selatan.
Kedua kontrak tersebut merupakan kontrak jangka panjang, yang berlaku hingga tahun 2029-2030. Dengan kata lain, Perseroan telah mengamankan sumber pendapatan senilai US$60 juta tersebut hingga 3-4 tahun ke depan.
“Selain memperkuat posisi kami sebagai penyedia solusi eksplosif pertambangan di Indonesia, kontrak-kontrak ini juga menegaskan trajektori pendapatan Perseroan hingga tahun 2030,” tegas Direktur Utama OKAS, Ratno “Ale” Paskalis Hendrawan, dalam siaran resminya, Kamis (6/8).
Sebagai catatan, segmen bisnis solusi eksplosif memang menjadi penopang utama pendapatan OKAS. Per akhir Juni 2026, penjualan bahan peledak dan jasa peledakan setara dengan 94,78% pendapatan Perseroan.
Namun, kinerja OKAS tampak melesu. Per akhir Desember 2025, pendapatan merosot 11,3% menjadi US$161,65 juta – dan menghasilkan rugi bersih US$1,86 juta.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan OKAS juga tampak masih stagnan pada akhir semester I 2026 di level US$76,33 juta, sedangkan tren rugi bersih berlanjut menjadi US$1,1 juta.
Di sisi lain, berita mengenai kontrak signifikan tersebut disambut baik oleh pasar, tercermin dari tren harga saham OKAS yang melesat 18,45% dalam sehari ke level Rp122 pada pukul 15.00 WIB, Kamis (6/8) – menjadi salah satu top 10 gainers IHSG hari ini. (ZH)