Saham Bakrie hingga Prajogo Pangestu menguat kala IHSG loyo

Kamis, 06 Agustus 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,12% atau 7,43 poin ke 6.343,71 pada perdagangan Kamis (6/8), setelah sempat naik di pembukaan sesi pertama.

Nilai total transaksi di pasar saham mencapai Rp18,18 triliun, meningkat 21,93% dari perdagangan Rabu (5/8) yang mencapai Rp14,91 triliun. Sementara volume saham yang diperdagangkan mencapai 54,9 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi 2,68 juta kali.

Sejumlah saham konglomerasi terpantau mencatat transaksi tertinggi, dipimpin PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang mencapai Rp1,22 triliun. Saham milik Grup Sinar Mas ini pun mencatat kenaikan harga 12,14% hingga akhir perdagangan.

Selanjutnya saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu menyusul dengan nilai transaksi Rp879 miliar, serta PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) milik Grup Bakrie Rp851,67 miliar. Harga saham TPIA dan BNBR pun menguat masing-masing lebih dari 3%.

Analis Phintraco Sekuritas menilai pasar saham sebetulnya mendapat sentimen positif, dari kesepakatan antara Iran dan Oman terkait rute pelayaran di Selat Hormuz. Namun secara teknikal, indikator Stochastic RSI pada IHSG telah mendekati area jenuh beli atau overbought.

“Volume jual mengalami peningkatan. Namun histogram MACD masih di area positif, serta IHSG masih di atas level MA5-MA50,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Sementara itu indeks saham lain di kawasan emerging market Asia Pasifik cenderung melemah, dipimpin KOSPI yang mengalami penurunan 4,58%. Hang Seng turun 1,49% dan FBMKLCI turun 0,63%.

Pasar valuta asing di kawasan juga menunjukkan kinerja beragam. Baht Thailand memimpin penguatan 0,23% terhadap dolar Amerika Serikat (AS), disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,10%, dan rupiah 0,06%.

Sedangkan won Korea melemah 0,20% terhadap dolar AS, peso Filipina melemah 0,09%, dan rupee India melemah 0,08%. (KR)