Kretek mesin naik, laba bersih WIIM melonjak 104,6% pada semester I

Kamis, 06 Agustus 2026

image

JAKARTA - Emiten rokok PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) membukukan laba bersih sebesar Rp303,32 miliar pada semester I 2026, melonjak 104,6% dari Rp148,28 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, lonjakan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan yang mencapai Rp3,23 triliun, naik 12,3% dibandingkan Rp2,88 triliun pada semester I 2025.

Dari sisi produk, segmen sigaret kretek mesin (SKM) masih menjadi kontributor terbesar dengan penjualan sebesar Rp2,15 triliun, meningkat dari Rp1,74 triliun pada semester I 2025.

Sementara itu, penjualan filter tercatat sebesar Rp676,55 miliar, sedangkan sigaret kretek tangan (SKT) menyumbang Rp391,53 miliar.

Di sisi lain, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp2,46 triliun dari Rp2,27 triliun, sejalan dengan pertumbuhan penjualan.

Kemudian, seiring meningkatnya profitabilitas, beban pajak penghasilan perseroan naik menjadi Rp86,02 miliar pada semester I 2026 dari Rp48,26 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset WIIM meningkat menjadi Rp3,40 triliun per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp3,21 triliun pada akhir Desember 2025.

Total liabilitas naik menjadi Rp1,10 triliun dari Rp990,31 miliar, sedangkan total ekuitas bertambah menjadi Rp2,30 triliun dari Rp2,21 triliun pada akhir tahun lalu.

Sementara itu, dari sisi arus kas, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi meningkat menjadi Rp350,31 miliar pada semester I 2026, dibandingkan Rp222,49 miliar pada semester I 2025.

Adapun posisi kas dan setara kas pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp199,62 miliar.

Pada perdagangan sesi dua hari ini, Kamis (6/8), hingga pukul 14.35 WIB, harga saham WIIM turun 0,55% ke level Rp1.815 per lembar.

Namun, dalam sebulan terakhir saham WIIM melonjak 16,72% dan sejak awal 2026 naik 13,79%. (DK)