Penjualan obat naik, MIKA bukukan laba bersih senilai Rp684 miliar

Kamis, 06 Agustus 2026

image

JAKARTA - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) membukukan laba bersih sebesar Rp684,05 miliar pada semester I 2026.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan, capaian tersebut meningkat 6,92% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp639,72 miliar.

Kenaikan laba bersih ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang naik 8,01% menjadi Rp2,76 triliun dari Rp2,56 triliun pada semester I 2025.

Segmen rawat inap masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan dengan nilai Rp1,85 triliun pada semester I 2026, meningkat dibandingkan Rp1,74 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan terbesar berasal dari penjualan obat dan perlengkapan medis rawat inap sebesar Rp882,7 miliar, diikuti pendapatan kamar rawat inap Rp384,8 miliar, layanan penunjang medis Rp288,4 miliar, jasa tenaga ahli Rp207,7 miliar, serta administrasi Rp89,28 miliar.

Sementara itu, pendapatan dari segmen rawat jalan meningkat menjadi Rp915,89 miliar pada semester I 2026, dari Rp820,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar berasal dari penjualan obat dan perlengkapan medis sebesar Rp449,89 miliar, disusul layanan penunjang medis Rp238,53 miliar, jasa tenaga ahli Rp185,73 miliar, dan registrasi Rp41,74 miliar.

Seiring meningkatnya aktivitas usaha, beban pokok pendapatan MIKA juga naik menjadi Rp1,28 triliun hingga Juni 2026, dibandingkan Rp1,16 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp9,98 triliun per Juni 2026, dari Rp9,26 triliun pada akhir Desember 2025. Total liabilitas turut naik menjadi Rp1,71 triliun, dibandingkan Rp1,09 triliun pada akhir 2025.

Adapun total ekuitas MIKA tercatat sebesar Rp8,26 triliun per Juni 2026, meningkat dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Pada perdagangan sesi dua hari ini, Kamis (6/8), hingga pukul 13.40 WIB, harga saham MIKA turun 1,89% ke level Rp1.820 per lembar.

Namun jika dilihat dalam sebulan terakhir saham MIKA naik 6,74% sementara sejak awal 2026 anjlok hingga 24,48%. (DK)