PSAB sasar produksi emas 87 ribu ons, garap potensi underground mining

Selasa, 23 Desember 2025

image

JAKARTA – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memaparkan kinerja operasional serta rencana pengembangan tambang emas yang saat ini beroperasi di dua lokasi utama, yakni Tambang Emas Bakan di Sulawesi Utara dan Tambang Emas Penjom di Pahang, Malaysia.

"Produksi kami berasal dari tambang emas Bakan dan tambang emas Penjom. Tambang emas Bakan kami ada di Sulawesi Utara, sedangkan yang Penjom ada di Malaysia," ujar Direktur PSAB, Adi Mariono, dalam gelaran Paparan Publik, Selasa (23/11).

Berdasarkan laman resminya, PSAB memiliki tiga tambang lain selain Bakan dan Penjom. Namun, PSAB baru melepas proyek Doup kepada PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) pada September lalu.

Sementara itu, tambang Seruyung dan Lanut Utara telah memasuki fase pascatambang sejak tahun 2021 dan tahun 2020.

Menurut Adi, sebagian besar endapan emas di situs Bakan dan Penjom berada di bawah permukaan tanah, sehingga memerlukan kegiatan eksplorasi dan pengelolaan yang intensif.

Saat ini, produksi emas PSAB berasal dari sejumlah pit aktif, dengan fokus utama pada area Maitrets dan Tapak Halil.

Dalam proses pengolahan, PSAB mengoperasikan fasilitas pabrik yang menghasilkan emas dalam bentuk dore dengan kandungan sekitar 92% emas, sementara sisanya terdiri dari perak dan mineral lainnya.

Hingga akhir Desember 2025, PSAB menargetkan produksi emas dari Tambang Bakan dan Penjom mencapai total 86.800 hingga 87.000 ons.

“PSAB menargetkan produksi emas dari Tambang Bakan mencapai sekitar 80 ribu ons. Sementara dari Tambang Penjom, produksi diproyeksikan sebesar 6.800 hingga 6.900 ons,” ujar Adi dalam paparan publik di Hotel The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Selasa (23/11).

Terkait umur tambang, Adi menegaskan, meskipun Tambang Bakan telah beroperasi selama 12 tahun, potensi cadangan masih terbuka luas seiring konsistensi perseroan dalam melakukan eksplorasi.

Selain itu, PSAB tengah mengkaji pengembangan tambang bawah tanah (underground), terutama di Tambang Penjom. Berdasarkan hasil studi internal dan kajian konsultan independen, perseroan mencatat cadangan sekitar 399 ribu ons dan sumber daya sekitar 1,4 juta ons.

Saat ini, eksplorasi potensi tambang bawah tanah Penjom baru mencapai kedalaman sekitar 500 meter. Kajian konsultan independen memperkirakan cadangan underground sebesar 325 ribu ons, yang berpotensi menopang produksi selama sekitar lima tahun.

Namun, perseroan menargetkan eksplorasi lebih lanjut untuk memperpanjang umur tambang. Untuk mendukung strategi tersebut, PSAB menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang signifikan pada tahun depan.

Adi menegaskan komitmen pemegang saham dalam mendukung strategi jangka panjang perusahaan. “[Pemegang saham] PSAB sangat mendukung kami di dalam melakukan eksplorasi, dari mulai PSAB itu berdiri,” tutupnya. (DH)