AS larang robot China demi keamanan nasional dan dorong produksi lokal
Jumat, 07 Agustus 2026
NEW YORK – Ketua Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC), Brendan Carr, menegaskan pembatasan impor robot dan inverter listrik asal China bertujuan mempercepat pengembangan manufaktur domestik sekaligus mengurangi risiko terhadap keamanan nasional.
Menurut Carr, kebijakan tersebut menjadi sinyal bagi pelaku industri untuk memindahkan investasi ke Amerika Serikat dan membangun rantai pasok teknologi yang dinilai strategis bagi kepentingan keamanan negara.
"Kami memberi tahu masyarakat bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk memindahkan investasi ke dalam negeri dan mengembangkannya menjadi elemen penting bagi keamanan nasional," ujar Carr pada Kamis.
Seperti dikutip Reuters, Ia menambahkan pemerintah tidak ingin menghadapi situasi dalam lima tahun ke depan ketika jutaan perangkat buatan China telah beroperasi di AS dan berpotensi menimbulkan ancaman keamanan.
Sejak Desember lalu, FCC telah melarang model baru drone, router, robot, dan inverter listrik dari produsen asing tertentu, sembari memberikan pengecualian kepada pemasok non-China. Kebijakan tersebut secara efektif menutup akses bagi produsen China ke pasar AS.
Bulan lalu, FCC juga memperluas larangan terhadap impor robot humanoid, robot berkaki empat, serta inverter listrik yang terhubung ke jaringan.
Perangkat inverter berfungsi menghubungkan sumber energi terbarukan dan baterai ke jaringan listrik maupun peralatan pusat data. Langkah itu memicu aksi balasan dari pemerintah China pada pekan ini.
Di sisi lain, Reuters sebelumnya melaporkan FCC tengah menyusun aturan untuk melarang impor model baru transceiver optik asal China yang digunakan di pusat data.
Komponen tersebut merupakan bagian penting dari infrastruktur pendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Menanggapi laporan tersebut, Carr mengatakan keputusan mengenai penambahan daftar produk yang dibatasi sepenuhnya berada di tangan lembaga keamanan nasional dan pemerintah eksekutif AS, sedangkan FCC hanya bertugas melaksanakan kebijakan yang telah diputuskan.
Sementara itu, Komisioner FCC dari Partai Demokrat, Anna Gomez, mendukung langkah yang berorientasi pada keamanan nasional.
Namun, ia mengkritik proses penerapan kebijakan yang dinilai kurang transparan dan berpotensi menimbulkan kesan bahwa pemerintah menguntungkan pelaku industri tertentu. (DK)